PN Makassar Tegaskan Sengketa Lahan Hotel Claro Dalam Proses Banding

Hotel Claro Makassar

Terkini.id, Makassar – Pengadilan Negeri (PN) Makassar, menegaskan bahwa putusan terkait sengketa lahan antara Telkom dan Hotel Claro melawan warga bernama Muh Syarif, sedang dalam proses banding di Pengadilan Tinggi.

Sengketa lahan di Jalan AP Pettarani tersebut sebelumnya bergulir di Pengadilan Negeri Makassar Kelas 1A, dan telah diputuskan hakim pengadilan, pada 25 September 2018.

Dalam putusan nomor 121/Pdt.G/2018/PN.Mks tersebut, PN Makassar sebelumnya memenangkan Muh Syarif sebagai pemilik lahan yang sedang dibanguni bangunan milik Telkom dan Hotel Claro.

Humas Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Bambang Nurcahyono, menegaskan, bahwa putusan tersebut belum inkracht.

Baca juga: Sejarah Hotel Claro yang Besar Bersama Geliat Investasi di Makassar

“Belum, belum ada kekuatan hukum tetap karena saat ini masih dalam proses banding di Pengadilan Tinggi Makassar,” terang Bambang, kepada terkini.id, Rabu 5 Desember 2018.

Menurut dia, proses banding di pengadilan tinggi telah dilakukan pada 8 Oktober 2018 lalu.

Hal ini juga disampaikan Pengadilan Negeri Makassar, untuk menanggapi pernyataan Muh Syarif Karaeng Naba, yang meyakini belum ada proses banding.

Baca juga: Soal Sengketa Hotel Claro, Anggiat Sinaga: Kita Beli Lahan dari BUMN

Sebelumnya, Syarif yang menggugat sebagai ahli waris pemilik lahan, melalui kuasa hukumnya, Muskar, menyampaikan dorongannya agar pihak Pengadilan Negeri Makassar segera mengeksekusi lahan dalam objek yang disengketakan.

Saat melakukan konferensi pers dengan wartawan, 29 November 2018 lalu, Muskar menyampaikan bahwa jika tak ada ketegasan hukum PN Makassar, pihaknya ingin menduduki paksa.

Hormati Proses Hukum

General Manager Hotel Claro Makassar, Anggiat Sinaga, menyampaikan bahwa apa yang dilakukan Muh Syarif tersebut tidak menghormati proses hukum yang berjalan.

Menurut dia, apa yang dilakukan Muh Syarif, seperti mengerahkan massa, mencoba untuk memasang papan bicara, hingga melakukan tindakan eksekusi sepihak dengan cara main hakim sendiri tentu tidak menghormati hukum.

Ada tiga petak lahan yang saat ini tengah disengketakan oleh Syarif melawan Telkom dan Claro, yakni yakni sebidang tanah dengan kohir No. 140 C1 dengan persil No. 5a S1 luas ± 6 Ha, persil No. 7a S1 luas ± 5 Ha dan persil No. 8a S1 luas ± 7 Ha, yang luas keseluruhan dari ke 3 (tiga) persil tersebut adalah ± 18 Ha.

Lahan tersebut terletak di AP Pettarani, Kelurahan Gunungsari, Kecamatan Rappocini Kota Makassar.

Berita Terkait