Makassar Terkini
Masuk

Polemik Pasar Sentral, Asosiasi Pemilik Ruko Tegaskan Tanah Itu Milik Pemerintah

Terkini.id, Makassar – Polemik soal Pasar Sentral terus bergulir, lahan yang ditempati Pedagang Kaki Lima (PKL) di bagian selatan New Makassar Mall belum menemui titik terang.

Pasalnya, lahan tersebut dinilai berada di atas lahan Hak Guna Bangunan atau HGB dari pedagang eks ruko Blok B.

“Tanah itu tetap tanah pemerintah, milik negara tidak diambil, cuma pemilik ruko diberi Hak Guna Bangunan (HGB) selama 25 tahun. Setelah itu akan dikembalikan lagi ke pemerintah kota,” kata
Ketua Asosiasi Pemilik Ruko Pasar Sentral H Amir, Selasa, 23 Maret 2021.

Berdasarkan data yang dihimpun, pada tahun 2014 Pasar sentral kebakaran. Sebanyak 700 lapak dan 106 ruko ludes dilahap api.

Di Pasar Sentral ada 3 jenis HGB, ada yang berakhir pada 2037, 2025 dan ada juga beberapa sudah berakhir dan belum diperpanjang.

“Ada 106 ruko. Mereka yang mati HGB-nya minta tolong diperpanjang, yang sudah diperpanjang kira-kira ada 80, dan 20 belum diperpanjang,” kata Amir.

Amir mengemukakan pemilik ruko hanya memakai lahan pemerintah, bukan mengambil. Pemilik ruko, kata Amir, berharap Wali Kota Makassar untuk membangunkan ruko yang pernah terbakar.

“Tergantung berapa, pemilik ruko akan bayar. Sekarang ada SK Wali Kota dan di situ ditempati pedagang kaki lima,” sebutnya.

“Itu yang digugat pemilik ruko, nah maumi dibangun tidak bisa karena ada pedagang kaki lima di atasnya,” sambungnya kemudian.

Menurutnya, pemilik ruko mau membangun namun pemerintah mesti hadir memfasilitasi. Sebab, IMB berasal dari pemerintah.

“Apakah Pemerintah mau tentukan kontraktor atau tentukan modelnya, terserah, yang penting pemilik ruko bisa bangun kembali dan bisa berjualan dan tetap membayar pajak,” ungkapnya.

Saat ini, kata Amir, sudah banyak pedagang yang bangkrut. Ia berharap pemerintah hadir untuk membantu kesulitan pedagang. Terlebih saat ini masa pandemi Covid-19.

“Pemerintah memfasilitasi dengan memberikan IMB dan masukan apa yang diperlukan. Pemilik ruko ingin sekali ruko itu dibangun kembali,” tutupnya.