Polisi Amankan 121 Orang Tersangka Penjarahan di Palu

Palu
Tersangka penjarahan di Palu pasca bencana gempa dan tsunami. (foto: inilah.com)

Terkini.id, Palu – Pasca bencana gempa disertai tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng), Polri menangkap sebanyak 121 orang tersangka penjarahan. Para tersangka terdiri dari warga, kepala desa, dan ada juga yang memang pelaku kejahatan.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, mengatakan, sampai hari ini Polres Palu dan Polres Sulteng sudah mengamankan 121 tersangka.

“Yang disasar bukan lagi kebutuhan makanan dan minuman, tapi beragam. Baik elektronik yang di gudang atau di mal, konter HP kemudian ATM, kemudian bahan bangunan termasuk bahan pertanian, kendaraan roda dua,” ujar Dedi di Hotel Alana, Sentul Bogor, dikutip dari detik, Jumat, 12 Oktober 2018.

Dedi menjelaskan 50 orang pertama yang ditangkap merupakan warga Palu, Donggala, Sigi dan kabupaten sekitar. Kemudian 42 orang selanjutnya yang ditangkap terdiri dari satu oknum kepala desa dari Tolitoli, tiga warga Palu, dan sisanya warga Sigi serta Donggala.

Selanjutnya, kata Dedi, polisi menangkap 10 orang penjarah, di antaranya berstatus residivis. Dalam penangkapan kesepuluh orang ini sempat terjadi perlawanan sehingga aparat melepaskan tembakan terukur pada pelaku.

Baca juga:

“Di hari kesembilan, sedikit (yang diamankan) tapi ada residivis. Kita lakukan tindakan terukur karena dia melawan menggunakan parang. Kita tangkap ada 4 orang, kembangkan lagi jadi enam orang,” jelasnya.

Lanjut Dedi, pada hari kesebelas pasca bencana, polisi menangkap lagi 20 orang penjarah yang sebagian di antaranya memang pelaku kejahatan bobol ATM.

“Sebagian besar spesialis pembobol ATM yang sempet viral di sosmed. Jadi membuka mesin ATM dan membagikan uang ke beberapa kelompok dia, ada 20 orang. Jumlah uangnya pecahan Rp 50 ribu-an,” terangnya.

Komentar

Rekomendasi

THR PNS di DKI Jakarta Dipotong, Tapi TGUPP Tidak

New Normal, Menag Segera Umumkan Aturan Ibadah di Masjid

Bayi 36 Hari Sembuh dari Covid-19 Disambut Meriah Para Tim Medis

Tak Mau Anak Jadi Korban, Petisi Tolak Aktivitas Belajar di Sekolah Juli 2020 Muncul

Pria Ini Diramalkan Tawaf Sendirian di Kabah 20 Tahun Lalu, Kini Jadi Kenyataan

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar