Polisi Bongkar Komunitas LGBT di Media Sosial, Anggotanya Capai 4 Ribu Orang

LGBT
Ilustrasi LGBT

Terkini.id – Komunitas LGBT di jejaring media sosial akhir-akhir ini banyak meresahkan masyarakat Indonesia. Menyikapi hal itu, pihak kepolisian berusaha keras mengungkap dan menangkap para pelaku yang terlibat dalam komunitas tersebut.

Jerih payah kepolisian akhirnya berbuah setelah Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat berhasil membongkar komunitas LGBT (gay) di media sosial Facebook.

Dalam pengungkapan ini, polisi mengamankan dua orang tersangka, IS dan IW, yang berperan sebagai admin grup di media sosial tersebut.

Dilansir dari Akurat, Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus, AKBP Hari Brata, menuturkan, pengungkapan ini berdasarkan penelusuran yang dilakukan tim Patroli Siber (Cyber Patrol).

Dari hasil penelusuran, polisi menemukan grup Facebook ‘Gay Bandung Indonesia’, dimana dalam grup itu ditemukan banyak percakapan yang melanggar norma kesusilaan, seperti percakapan orientasi sesama jenis, hingga penawaran jasa pijat laki-laki.

“Modus operandinya, mereka mensosialisasikan grup ini kepada yang sesama jenis untuk bisa berhubungan di media sosial,” ujar Hari, dikutip dari Akurat.co, Jumat, 19 Oktober 2018.

LGBT
Ilustrasi pasangan LGBT

Grup tersebut, kata Hari, memiliki member atau anggota sebanyak 4.093 orang, dan kerap mengadakan ‘kopi darat’ atau pertemuan di dunia nyata. Bahkan, terindikasi ada anak di bawah umur yang menjadi anggota grup tersebut.

“Grup ini tertutup, jadi hanya kalangan mereka saja yang mengetahui. Jadi, kalau sudah kenal dengan adminnya, baru dimasukkan (menjadi member),” ungkapnya.

Lanjut Hari, kedua pelaku berhasil ditangkap di sebuah kos-kosan di kawasan Batununggal, Kota Bandung. Dari penggeledahan di rumah kos tersebut, petugas menemukan lima unit telepon genggam yang kerap digunakan pelaku untuk mengelola grup Facebook ‘Gay Bandung Indonesia’.

Dari hasil penggeledahan itu pula didapati alat kontrasepsi sebanyak 25 buah, dan alat bantu seks lainnya yang biasa digunakan melakukan hubungan seks antara kedua pelaku dan diduga dengan teman pria lainnya.

“Keduanya dijerat dengan Pasal 45 ayat (1) jo. Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan terhadap Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, yang ancaman hukuman maksimalnya enam tahun penjara,” pungkas Hari.

Komentar

Rekomendasi

Berita Lainnya

Sekretariat AJI Makassar Dimasuki Maling, 2 Laptop dan 2 HP Milik Wartawan Hilang

Sah, Jokowi Janji Beri Insentif untuk Sopir Bus, Taksi dan Truk

Dua Separatis KKB Papua yang Tembak Karyawan Freeport Tewas Disergap Aparat TNI-Polri

Ratusan Keluarga Kerajaan Arab Saudi Positif Corona, Raja Salman Isolasi Diri

Keluarga Pasien Corona di Makassar Ungkap Kisah Haru di Balik Isolasi Sang Ibu

Bukannya Tinggal di Rumah, 3 Pemuda Ini Malah Rampok Rumah Orang

Tak Lupa Ibadah, Petugas Medis Ini Salat Sambil Kenakan APD

Jokowi Tegaskan Penetapan Status PSBB di Daerah Harus Hati-hati

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar