Polisi Malaysia Larang Zakir Naik Ceramah di Acara Apapun

Terkini.id – Jajaran kepolisian Malaysia diperintahkan untuk tidak memberikan izin bagi acara apapun yang menghadirkan ulama kontroversial asal India, Zakir Naik.

Larangan ceramah untuk Zakir Naik sebelumnya telah diberlakukan secara nasional dengan pertimbangan keamanan.

Dilansir dari media setempat, The Star, Rabu, 21 Agustus 2019, larangan tersebut terungkap lewat surat edaran kepolisian Malaysia yang baru-baru ini bocor di media setempat.

Baca Juga: Tegas! Orang Ini Menyebut Yusuf Mansur, Mamah Dedeh, Zakir Naik,...

Surat edaran itu dilaporkan tertanggal 15 Agustus dan diberi cap stempel 18 Agustus. Dalam surat edaran itu tertera pernyataan dari Deputi Inspektur Jenderal Polisi Mazlan Mansor.

Berikut isi surat edaran tersebut:

Baca Juga: Dianggap Perbuatan Rendah, Benarkah Orang Murtad Layak Dibunuh? Begini Penjelasan...

Ditemukan bahwa program-program yang melibatkan Zakir telah memicu kontroversi dengan potensi menciptakan ketegangan di dalam masyarakat multi-ras di negara ini.

Seluruh kepala kepolisian negara bagian diperintahkan untuk menyarankan semua pihak yang menggelar program yang melibatkan Zakir untuk menghentikan program itu.

Seluruh kepala kepolisian negara bagian juga diberitahu untuk tidak mengizinkan setiap aktivitas dengan Zakir di dalam kontingen mereka.

Zakir Naik. (Foto: Dhaka Tribune)

Baca Juga: Dianggap Perbuatan Rendah, Benarkah Orang Murtad Layak Dibunuh? Begini Penjelasan...

Isi surat edaran itu juga dibenarkan oleh Kepala Komunikasi Korporasi pada Kepolisian Diraja Malaysia, Asisten Komisioner Senior Asmawati Ahmad.

Asmawati mengungkapkan, surat edaran itu telah disebarkan ke seluruh kepala kepolisian negara bagian di Malaysia. Diketahui bahwa Malaysia terdiri dari 13 negara bagian (Negeri) dan tiga wilayah federal (Wilayah Persekutuan).

“Iya, ini (surat edaran) dimaksudkan untuk menghindari kontroversi dan ketidakharmonisan yang bisa memicu kerusuhan publik. Perintah ini sejalan dengan apa yang diizinkan oleh ketetapan hukum dalam memastikan keamanan negara ini,” ujar Asmawati.

Sekedar diketahui, surat edaran tersebut mencuat ke publik setelah Zakir Naik diperiksa Kepolisian Diraja Malaysia untuk kedua kalinya dalam sepekan terakhir.

Zakir Naik menjalani pemeriksaan pada Senin, 19 Agustus 2019, selama lebih dari 10 jam di markas besar Kepolisian Diraja Malaysia di Bukit Aman, Kuala Lumpur.

Bagikan