Polisi di Palopo akan pesantrenkan pelajar yang bandel

Polis bina pelajar yang bandel di Palopo./ Herman Kambuna

Terkini.id, Palopo – Pelajar yang bandel di Kota Palopo mendapat pembinaan secara spritual dari polisi. Hal itu dilakukan agar orang tua tidak risau lagi untuk mencari anaknya yang keluyuran saat jam belajar dan kongko-kongko hingga malam hari diatas pukul 22.00 WITA.

Anak-anak yang kedapatan keluyuran jam begitu akan digelandang ke Padepokan Patria Tama, di Kelurahan Benteng, Kecamatan Wara Timur untuk mendapatkan pembinaan mental secara spiritual oleh polisi.

Pembinaan ini bertujuan untuk meningkatka keimanan dan ketakwaan pelajar yang bandel khususnya pelajar muslim. Pesantren di laksanakan di Padepokan Patria Tama yang didirikan polisi.

Kapolres Palopo AKBP Taswin mengatakan, pesatnya kemajuan teknologi menimbulkan perubahan dalam berbagai pola perilaku. Termasuk pola bermain remaja yang mengakibatkan krisis karakter.

“Pelajar yang berkeliaran di fasilitas umum dengan pakaian seragam saat jam proses belajar mengajar. Pastinya akan kena razia dari patroli polisi. Selanjutnya, mereka digiring ke Padepokan Patria Tama untuk mentalnya dbina secara spiritual selama tiga hari,” kata AKBP Taswin, Rabu 17 Januari 2018.

Menurut Taswin, pendirian padepokan tujuannya membina mental pelajar oleh petugas kepolisian sebagai upaya menarik, edukatif dan informatif bagi masyarakat luas. Khususnya, pihak sekolah dan orang tua pelajar itu sendiri.

“Sementara Patria Tama adalah, nama batalyon saya di akademi kepolisian (Akpol) Semarang, Jawa Tengah angkatan 1995,” jelasnya.

Sejauh ini, lanjut Taswin, kalangan pelajar SMP dan SMA yang terjaring razia. Umumnya mereka dijemput oleh polisi di warung internet dan rental play station di wilayah kota Palopo.

Pendidikan Karakter Mutlak Dilakukan

Tokoh pemuda dan pengamat kebangsaan, DR Arqam Azikin menyatakan pendidikan karakter, sekarang ini mutlak diperlukan. Bukan hanya di sekolah saja, tetapi di rumah dan di lingkungan sosial. Termasuk padepokan yang didirikan oleh Polres Palopo.

Bahkan sekarang ini, lanjut Arqam, peserta pendidikan karakter bukan lagi anak usia dini hingga remaja. Tetapi juga pada kalangan usia dewasa. Tujuannya untuk memenuhi tuntutan kualitas sumber daya manusia pada tahun 2021 yang membutuhkan good character.

“Hal ini mutlak dan perlu untuk kelangsungan hidup bangsa ini. Bayangkan apa persaingan yang muncul bagi generasi bangsa kita ditahun 2021? Yang jelas itu akan menjadi beban kita dan orangtua masa kini. Saat itu, anak-anak masa kini akan menghadapi persaingan dengan rekan-rekannya dari berbagai belahan negara di dunia,” kata Arqam Azikin.

Komentar

Rekomendasi

Lagi, Gadis Sulsel Dilamar dengan Mahar Ditaksir Rp12 miliar

Kenalan di Media Sosial, Ini Alasan Fachry Pahlevi Lamar Putri Bupati Jeneponto dengan Mahar Fantastis

Mahar Pernikahan Putri Bupati Jeneponto dan Anak Bupati Konawe Ditaksir Senilai Rp12 Miliar

Viral, Siswa SMA Ini Menangis Histeris Lihat Kucing Kesayangannya Meninggal Kejang-kejang

Dilamar dengan Mahar 12,5 Hektar Lahan Nikel, Berapa Uang Panaik Anak Bupati Jeneponto?

Pria Gondrong yang Ngamuk di Sekolah Sambil Sebut Nama Menhan ‘Disidang’ Relawan Prabowo

Sinergi bersama Telkom Group, Telkomsel Dukung Gerakan #IndonesiaButuhAnakMuda

Bawa-bawa Nama Prabowo, Pria Ini Ngamuk di Sekolah karena Tak Dikasi Duit

Istimewanya HUT ke-60 Barru: Menteri, Gubernur, Pangdam, Kapolda hingga Ketua DPRD Hadir

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar