Polisi Suruh Warga Carita Lari karena Sirine Berbunyi, BNPB Klaim Sirine Rusak

Warga Pantai Carita mengungsi karena sirine.(detikcom)

Terkini.id, Makassar – Pasca-bencana tsunami yang melanda Banten dan Lampung pada Sabtu 22 Desember 2018, ada kontroversi yang terjadi di wilayah Pantai Carita, Minggu 23 Desember 2018.

Warga di Pantai Carita sempat disuruh lari ke dataran tinggi karena sirene berbunyi.

Polisi disebutkan menyuruh warg berlri karena sirene tanda tsunami berbunyi. Polisi pun menyuruh warga di Carita, Pandeglang, Banten berlari ke dataran tinggi.

Bahkan, rombongan Bupati Pandeglang Irna Narulita, juga sempat disuruh berjalan ke dataran tinggi.

“Lari pak, lari… lari ke atas,” imbau polisi seperti dilansir dari detikcom.

Warga pun berlari ke atas. Mereka juga tidak tahu mengapa disuruh lari.

Menurut anggota polisi yang ada di lokasi, warga disuruh lari karena sirene peringatan tsunami berbunyi. Namun situasi laut terlihat masih normal. Hingga pukul 12.25 WIB, warga masih berlarian ke atas bukit.

“Disuruh lari karena sirene peringatan tsunami bunyi,” ucap petugas kepolisian yang ada di lokasi.

Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, menegaskan, tidak ada peringatan dini tsunami susulan dari BMKG.

“Adanya sirine tsunami di Teluk Labuhan Kec Labuhan Kab Pandeglang yang tiba-tiba bunyi sendiri bukan dari aktivasi BMKG, BPBD. Kemungkinan ada kerusakan teknis sehingga bunyi sendiri. Masyarakat mengungsi mendengar sirine,” kata Sutopo melalui akun twitternya.

Menurut dia, tadi memang sirene tiba-tiba bunyi sendiri yang bikin masyarakat berhamburan karena takut tsunami susulan.

“Tapi kita sudah koordinasi dengan BMKG dan tidak ada aktivasi BMKG, kemungkinan alatnya rusak,” ucap Sutopo Purwo Nugroho

Berita Terkait
Komentar
Terkini