Makassar Terkini
Masuk

Polisi Teriak Takbir Setelah Berhasil Tangkap Pengedar Sabu, Mustofa: Tak Perlu Ada yang Nyinyir Terhadap Pekik Takbir Ya!

Terkini.id, Jakarta Polres Mesuji berhasil menangkap tiga pengedar sabu jaringan internasional. Dari hasil penangkapan itu, polisi menyita 15 kilogram sabu dari para pelaku.

Menurut Kapolres Mesuji, AKBP Yuli Haryudo, barang bukti sabu yang disita dari tangan pelaku disimpan dalam sebuah tas berwarna hitam. Sabu tersebut dikemas dalam belasan paket plastik.

“Kami mengamankan belasan paket sabu yang ada dalam tas besar. Total 15 kilogram,” jelas Yuli saat dihubungi sebagaimana dikutip dari Detik.com, Minggu 30 Januari 2022.

Yuli menuturkan, barang haram itu disimpan di sebuah mobil yang ditumpangi ketiga pelaku. Ketiganya merupakan pengedar jaringan internasional.

“Mereka pelaku (pengedar) jaringan internasional,” jelasnya.

Namun yang menarik, saat proses penangkapan itu terjadi, polisi yang telah berhasil melumpuhkan pelaku nampak sangat gembira seraya meneriakkan kalimat takbir. Hal ini sebagaimana video yang beredar di media sosial.

Rombongan polisi yang berhasil melumpuhkan para pelaku juga tampak semangat sambil memperlihatkan barang bukti berupa sabu yang berada di dalam tas besar berwarna hitam.

Merespon kejadian itu, Humas Partai Umat Mustofa Nahrawardaya ikut memberi komentar yang memberi apresiasi kepada pihak kepolisian.

“Kita beri apresiasi yang tinggi kepada Kepolisian RI Pak @ListyoSigitP atas prestasi penangkapan ini,” cuit Mustofa melalui akun Twitternya pada Minggu 30 Januari 2022.

Mustofa mengingatkan bahwa tidak perlu ada yang ‘nyinyir’ mendengar pekikan takbir dari pihak polisi yang berhasil menangkap pengedar sabu tersebut. Sebab, kata Mustofa, takbit adalah cara untuk mengagungkan karunia Allah Swt.

“Tak perlu ada yg nyinyir terhadap pekik takbir oleh anggota polisi ya. Gak usah nuduh kearab-araban. Pekik takbir tanda mereka mengagungkan karunia Allah Swt,” Ujar Mustofa.