Politik Ekonomi di Indonesia Bermasalah, Mantan Menteri BUMN Minta Usaha Rakyat Maju

Mantan Menteri BUMN
Bedah buku sejarah "Pusat Ekonomi Maritim Makassar dan Peranan Bank Indonesia"

Terkini.id, Makassar – Mantan Menteri Negara Pendayagunaan BUMN pada Kabinet Pembangunan VII dan Kabinet Reformasi Pembangunan, Tenri Abeng, menyebut bahwa politik ekonomi di Indonesia harus diubah lantaran hanya dinikmati konglomerat.

“Artinya jangan hanya konglomerat saja yang maju tapi usaha rakyat pun harus maju,” kata dia di Bank Indonesia Provinsi Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Rabu, 18 September 2019.

Hal itu ia sampaikan usai menjadi pembicara bedah buku sejarah “Pusat Ekonomi Maritim Makassar dan Peranan Bank Indonesia”.

Ia mendata sebayak 56 juta usaha rakyat yang tak mengalami kemajuan lantaran politik ekonomi di Indonesia tak memberikan atensi khusus terhadap pengembangan usaha kecil.

Dia mengatakan, hanya usaha rakyat yang mampu meningkatkan pendapatan negara. Ia beralasan lantaran sumber daya ada di daerah, dan ada di rakyat.

“Nah kalau itu bisa dieksplotir secara optimal maka pendapatan negara akan lebih meningkat, tetapi yang lebih penting bahwa nanti kemudian proses pemerataan pendapatan akan terjadi karena tidak dinikmati oleh segelintir manusia Indonesia,” ungkapnya.

Tenri Abeng mengatakan bahwa negara punya badan usaha milik negara (BUMN) maka rakyat punya badan usaha milik rakyat.

“Tapi ini perlu dukungan dari pemerintah,” kata dia.

Sementara, Direktur Bank Indonesia (BI) Endang Kurnia Saputra menilai pemerintah seharusnya berfokus mempelajari teknologi.

“Jangan hanya dikuasai negara asing, harus teknologinya dikuasai oleh kita,” kata Endang.

Ia menyebut, beberapa industri besar telah hadir di Sulawesi dan mengelola nikel, salah satunya memproduksi baterai litium.

“Dan tren itu sedang kencang, dan kita harus manfaatkan itu,” paparnya.

Namun, kata Endang, syaratnya berat lantaran harus belajar dan menguasai teknologi. Ia menyebut negara-negara maju macam Jerman, Jepang, dan Korea Selatan menguasai teknologi.

“Tidak ada negara yang maju tanpa menguasai teknologi,” ungkapnya.

Endang menjelaskan bahwa ada negara yang kaya di dunia ini namun tidak disebut sebagai negara maju lantaran tidak menguasai teknologi.

“Kita syaratnya di sini adalah penguasaan teknologi. Mutlak sekali menjadi kompetensi kita dan harus mencetak insinyur di sini,” pungkasnya.

Komentar
Terkini