Makassar Terkini
Masuk

Soal Demo di Labuan Bajo, Politisi Demokrat ke Kapolri: Demonstrasi itu Hak Menyatakan Pendapat yang Dijamin UUD 45

Terkini.id, Jakarta – Politisi Demokrat, Benny K Harman turut menanggapi mengenai demonstrasi yang di lakukan oleh Forum Masyarakat Penyelamat Pariwisata (Formapp) Manggarai yang menggelar aksi di Labuan Bajo.

Benny K Harman dalam hal ini lantas berpesan kepada Kapolri bahwa demonstrasi itu merupakan hak masyarakat yang dijamin dalam UUD 1945 dan negara.

Pesan Benny K Harman untuk Kapolri ini dikarenakan demonstrasi yang dilakukan oleh Formapp sejumlah peserta aksi ditangkap dan ditahan di Polres Manggarai Barat.

Benny K Harman lantas meminta demonstrasi yang dilakukan oleh masyarakat di Labuan Bajo untuk meminta penjelasan atau menolak kenaikan tarif wisata masuk ke Taman Nasional Komodo menjadi 3,75 juta per tahun jangan dihadapi dengan kekerasan.

Sehingga, politisi Demokrat ini pun meminta kepada Kapolri untuk membebaskan peserta aksi yang ditahan di Polres Manggarai.

“Yth Pak Kapolri. Demonstrasi itu hak menyatatakan pendapat yang dijamin UUD’ 45 & UU Negara. Jika masyarakat Labuan Bajo berdemonstrasi meminta penjelasan/menolak kenaikan tarif masuk TNK, janganlah dihadapi dengan kekerasan. Mohon mereka yang ditahan segera dibebaskan. #RakyatMonitor#, kata Benny K Harman, dikutip dari cuitannya, Rabu 3 Agustus 2022.

Sebelumnya, salah satu perwakilan tim pengacara Asosiasi Pelaku Pariwisata, Francis Dohos Dor mengatakan, sejumlah peserta aksi ditangkap dan ditahan di Polres Manggarai Barat.

Massa pun mendatangi Kantor Polres Mangarai Barat pada Senin malam dan mereka memadati jalan raya di depan kantor Polres Manggarai.

Kendati demikian, mereka tak diiiznkan untuk masuk menemui rekannya yang ditahan di Polres Manggarai. Sejumlah aparat berisaga di halaman Polres Manggarai.

Francis mengatakan, terdapat 34 pengacara yang siap membela warga yang ditangkap polisi pada saat melakukan aksi menolak tarif tiket masuk ke Taman Nasional Komodo.

Menurut Francis, ada 42 orang anggota asosiasi yang ditangkap dan sedang diinterogasi. Beberapa peserta aksi juga menderita luka-luka.

“Enam orang di antara mereka yang ditahan itu mengalami luka yang kelihatan pada tubuh dan wajah. Empat orang mengalami sakit di kepala dan punggung yang penuturan mereka itu dipukul dan ditendang dari belakang”, kata Francis.

Dia mengatakan bahwa tim pengacara belum mengetahui status hukum dari 42 anggota asosiasi wisata yang ditangkap itu.