Politisi PKPI Sebut PKS Bisa Dibubarkan, Tengku Zul: Presiden Juga Jika Langgar UU Dilengserkan

Terkini.id, Jakarta – Mantan Wasekjen MUI, Tengku Zulkarnain atau akrab disapa Tengku Zul mengomentari penyataan politisi Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi yang mengkritik Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Lewat cuitannya di Twitter, Senin 4 Januari 2021, Tengku Zul menilai seharusnya Dewan Pakar PKPI itu tak perlu menyebutkan nama PKS dalam pernyataannya tersebut melainkan cukup menyebut partai saja.

Menurutnya, tak hanya partai yang bisa ditindak oleh negara apabila dianggap membahayakan negara melainkan juga presiden jika melanggar Undang-Undang (UU).

Baca Juga: Lima Fraksi DPRD DKI Jakarta Tolak Hadiri Rapat Paripurna Formula...

“Kalau Partai membahayakan negara bisa ditindak ya nggak heran. Presiden juga jika melanggar UUD 1945 atau sengaja melanggar UU bisa dilengserkan juga kok. Hehe,” cuit Tengku Zul.

“Masalahnya ngapain sebut Partai PKS. Sebut Partai saja kenapa? Atau sebut partai PKPI,” sambungnya.

Baca Juga: Setelah Tuding Anies, PSI Kini Sebut PKS Tak Mengerti Hukum...

Dalam cuitannya itu, Tengku Zul juga membagikan sebuah link artikel pemberitaan berjudul “Sebut PKS Bisa di-FPI-kan Jika Bahayakan Keutuhan NKRI, Teddy Gusnaidi: Ada UU Partai Politik” yang dimuat situs Pikiran-rakyat.com pada Minggu 3 Januari 2021.

Dalam isi artikel pemberitaan itu disebutkan, Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi kembali mengkritik Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Menurutnya, orang-orang PKS lucu karena seenaknya menyalahkan negara terkait pembubaran Front Pembela Islam (FPI), tapi ketika diingatkan oleh dirinya justru merasa tidak terima.

Baca Juga: Setelah Tuding Anies, PSI Kini Sebut PKS Tak Mengerti Hukum...

“Orang-orang PKS ini lucu, seenaknya menyalahkan negara, tapi giliran diingatkan gak terima. FPI dibubarkan, katanya salah negara, negara gagal bina ormas. Makanya saya ingatkan juga bahwa setelah FPI dibubarkan, negara akan membina PKS. Apakah itu salah? Tentu tidak,” kata Teddy Gusnaidi lewat cuitannya di Twitter.

Teddy pun menegaskan bahwa negara berhak melakukan pembinaan terhadap PKS dan seluruh Partai Politik, dan hal itu sudah ada aturannya.

“Jadi aneh jika orang-orang PKS gak tahu aturan ini. Jika tidak dibina dan ada apa-apa, negara dibilang gagal membina. Jika mau dibina, kok seolah-olah gak terima ya? Maunya apa sih?,” tuturnya.

Dalam artikel pemberitaan yang dibagikan Tengku Zul tersebut, Teddy Gusnaidi juga menyebut PKS bisa saja dibubarkan seperti FPI karena ada yang namanya UU Partai Politik.

“Apakah PKS bisa di-FPI-kan? Tentu saja bisa dan ada aturannya. Ada yang namanya UU Partai Politik. Jika PKS melakukan kegiatan yang bertentangan dengan UUD 45 dan peraturan perundangan-undangan, juga melakukan kegiatan yang membahayakan keutuhan dan keselamatan NKRI, ya di-FPI-kan,” ujarnya.

Bagikan