Polrestabes Makassar Balajar Cara Eksekusi Jaminan Fidusia Konsumen WOM Finance

Business Head WOM Finance Regional Kalimantan Sulawesi, Bambang Purwanto (kanan) menyerahkan plakat kepada Kasat Reskrim Kompol Diari Astetika, saat seminar mengenai Dinamika Eksekusi Jaminan Fidusia" di Hotel Horison Ultima Jalan Jenderal Sudirman No 24, Makassar, Selasa 14 Agustus 2018.

Terkini.id, Makassar – Perusahaan pembiayaan, Wom Finance (PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk), menggelar seminar terkait ‘Dinamika Eksekusi Jaminan Fidusia’ di Hotel Horison Ultima Jalan Jenderal Sudirman Nomor 24 Makassar, Selasa 14 Agustus 2018.

Seminar digelar dengan menghadirkan Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Irwan Anwar Sik SH MHum diwakili Kasat Reskrim Kompol Diari Astetika SIK sebagai pembicara (keynote speaker).

Seminar juga dihadiri oleh sejumlah anggota Polrestabes Kota Makassar serta perwakilan dari WOM Finance Regional Kalimantan-Sulawesi.

Seminar ini dilaksanakan dalam rangka memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.29/POJK.05/2014 dan Peraturan Kapolri No 8 Tahun 2011.

Pada kesempatan tersebut, pihak kepolisian mempelajari cara-cara pelaksanaan somasi untuk konsumen yang melakukan over alih aset yang dia jaminkan di perusahaan pembiayaan.

Para polisi selaku penegak hukum juga bertukar pikiran dengan perusahaan agar Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2011 bisa berjalan sesuai prosedur yang semestinya.

Business Head WOM Finance Regional Kalimantan Sulawesi, Bambang Purwanto
mengatakan pelaksanaan kegiatan ini merupakan bentuk sosialisasi secara lebih mendalam mengenai pemberian somasi kepada kosumen over alih.

“Dengan menyamakan persepsi dengan pihak kepolisian, konsumen-konsumen yang tidak punya itikad baik dengan melakukan over alih (menggadaikan, menjual dst) kendaraan yang dijaminkan di WOM, bisa berkurang,” jelas dia saat melakukan konferensi pers.

Dengan kerja sama polisi tersebut, diharapkan tingkat pembiayaan bermasalah bisa dikurangi, dan aset-aset yang over alih bisa diselesaikan.

“Seringkali, petugas yang ingin mengeksekusi, tidak menemukan aset fidusia itu. Kita targetkan, aset-aset yang over alih itu sekitar 30 persennya bisa diselesaikan dengan kerja sama ini,” tambahnya.

Quality Assurance & Litigation Division Head, Muhammad Akmal, menambahkan, Sosialisasi kepada Kepala Cabang dan pihak kepolisian setempat terkait dengan somasi konsumen diharapkan dapat memberikan efek jera dan meminimalisasi kerugian perusahaan.

“Kami juga menyamakan persepsi terkait pelaksanaan somasi konsumen over alih,” tambahnya.

Proses pemahaman persepsi ini dilakukan agar dinamika eksekusi jaminan fidusia dalam penyelesaian kredit macet sesuai dengan peraturan yang berlaku.

PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk didirikan pada 1982 dengan nama PT Jakarta Tokyo Leasing yang bergerak di bidang pemberian pembiayaan sepeda motor, khususnya untuk sepeda motor merek Honda. Pada 2000, Perseroan mengubah nama menjadi PT Wahana.

Ottomitra Multiartha sejalan dengan transformasi bisnis yang dilakukan Perseroan terus mengalami perkembangan dan tidak lagi hanya melayani pembiayaan sepeda motor merek Honda, tapi juga sepeda motor merek Jepang lainnya, seperti Yamaha, Suzuki, dan Kawasaki.

Komentar

Rekomendasi

Mandiri, AXA Mandiri dan KemenBUMN Sediakan Proteksi Jiwa Rp 1 T untuk 35.000 Tenaga Medis

Pedagang Bakso dan Pekerja Lain di Sektor Ini Mendapat Rp 880 Ribu Per Bulan

Bank Sulselbar Perbanyak Loket dan Gratiskan Biaya ATM Demi Cegah Covid-19

Benarkah Kredit di Bank dan Leasing Bisa Ditunda? Begini Penjelasan Rinci OJK

Stabilkan Pasar Saham, OJK Bolehkan Perusahaan Tunda RUPS Tahunan dan Laporan Keuangan 2019

Kredit Macet Menghantui di Tengah Wabah Corona, OJK Longgarkan Kredit untuk Debitur

BI Gelontorkan Rp 300 Triliun untuk Selamatkan Rupiah

Gandeng PT PNM, Bank Sulselbar Pacu Bisnis Ultra Mikro

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar