Polusi Udara Membahayakan, Kini Jakarta Jadi Kota Wabah Penyakit

Foto Gambar : Polusi Udara yang Menghawatirkan,sehingga Menjadikan Jakarta Sebagai Wabah Penyakit Jantung dan Paru-Paru

Terkini.id, Jakarta – Dalam beberapa waktu ke belakang, Jakarta kerap disorot sebagai wilayah pembawa akibat buruk pada kualitas udaranya. Tak hanya  mengganggu sistem pernapasan, polusi udara juga membawa dampak negatif bagi kesehatan jantung masyarakat wilayah sekitar Jakarta.

Seodang ahli paru-paru di RSUP Persahabatan, Agus Dwi Susanto mengatakan bahwa polusi udara menimbulkan risiko terhadap beberapa penyakit salah satunya yakni jantung dan stroke. Sama seperti gangguan pernapasan, hal ini disebabkan oleh komponen partikel-partikel polusi udara.

Foto Gambar : Polusi Udara yang Mengkhawatirkan Di Jakarta

Partikel-partikel tersebut berukuran 2,5 mikrometer itu, Agus juga mengatakan bahwa partikel bisa masuk ke saluran napas bawah hingga ke alveoli. Nama terakhir merupakan salah satu bagian dari anatomi paru tempat terjadinya pertukaran oksigen dan karbon dioksida.

“Partikel halus dari polusi udara bisa masuk ke pembuluh darah saat oksigen berdifusi ke dalam darah,” ujar Agus di Jakarta Selatan. Diulas dari sumber cnn Indonesia. Senin,5 Agustus 2019.

Selain itu ia juga mengatakan bahwa partikel halus tersebut dapat merangsang proses oksidatif dan peradangan sistemik pada pembuluh darah.

“Dalam jangka panjang bisa menimbulkan plak di jantung atau pembuluh darah,” pungkas Agus.

Plak ini lah yang menyebabkan munculnya penyakit jantung dan stroke.

Selain penyakit jantung dan stroke, gangguan pada sistem pernapasan merupakan dampak kesehatan umum dari polusi udara. Partikel yang terhirup akan menimbulkan iritasi pada saluran napas.

Saat iritasi berlanjut, beberapa risiko penyakit seperti infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), influenza, hingga batuk kronis akan bermunculan. Bukan tak mungkin polusi udara Jakarta juga bisa mengakibatkan kanker paru.

Oleh karena itu, penting bagi anda untuk mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Masker terbilang mudah ditemukan di pasaran dengan efektivitas filtrasi partikel polusi udara hingga 40 persen.

Foto Gambar : Masyarakat Menggunakan Masker Guna Menjaga Pernapasan Dari Polusi Udara Berbahaya

Untuk perlindungan yang lebih mumpuni, Anda bisa menggunakan respirator yang mampu menyaring hingga 95 persen partikel polusi udara.

“Juga jaga kebugaran tubuh. Timbulnya penyakit juga ada aspek imunitas yang lemah, sehingga perlu istirahat cukup dan konsumsi makanan mengandung antioksidan,” tambahnya.