Posting Polling, Ustadz Tengku Zulkarnain: Masih Wajibkah Kita Dengar Titah Pemimpin Budeg?

Tengku Zulkarnain
Wasekjen MUI Ustadz Tengku Zulkarnain. (Foto: Benteng Sumbar)

Terkini.id, Jakarta – Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ustadz Tengku Zulkarnain, lewat akun Twitter-nya membuat polling terkait kepemimpinan Indonesia saat ini.

Dalam unggahan pollingnya, Jumat 23 Oktober 2020, Tengku Zul memberi pertanyaan ke netizen apakah saat ini masyarakat masih wajib mendengarkan titah pemimpin yang disebutnya budeg (tuli) terhadap aspirasi rakyat.

“Pooling. Pertanyaan: Masih wajibkah kita mendengarkan titah Pemimpin yg “budeg” terhadap aspirasi rakyatnya…? (Boleh tuliskan juga komentar anda),” cuit Tengku Zulkarnain.

Dalam polling itu, Tengku Zul memberi dua pilihan jawaban yakni ‘Wajib’ dan ‘Tidak Wajib’.

Diduga, polling Ustadz Tengku Zulkarnain tersebut berkaitan dengan evaluasi kinerja pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden, Jokowi-Ma’ruf Amin selama satu tahun dalam periode kedua.

Menarik untuk Anda:

Hingga saat ini, polling Tengku Zul itu telah dikomentari 235 netizen dan dibagikan sebanyak 312 kali.

Polling Ustadz Tengku Zulkarnain. (Foto: Twitter @ustadtengkuzul)

Sebelumnya, pengamat politik Rocky Gerung memberikan penilaian untuk rezim pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin untuk kinerja mereka selama satu tahun dalam periode kedua memimpin Indonesia.

Rocky pun memberikan nilai A minus kepada Jokowi dan Ma’ruf Amin. Hal ini disampaikan Rocky saat hadir menjadi narasumber Mata Najwa, Kamis 22 Oktober 2020.

Saat itu, host Mata Najwa, Najwa Shihab bertanya ke Rocky Gerung terkait penilaiannya kepada pemerintahan Jokowi-Ma’ruf.

“Skor kinerja pemerintahan saat ini berapa?” tanya Najwa Shihab.

“Saya kasih huruf aja yaitu A minus,” jawab Rocky Gerung.

Najwa Shihab pun kembali bertanya, apakah nilai A minus itu bagus atau jelek.

“A minus itu skalanya A paling jelek atau bagus?” tanya Najwa.

“A minus itu berarti A untuk kebohongan, minus untuk kejujuran,” ungkap Rocky.

Selanjutnya, akademisi ini kemudian menyinggung hasil jajak pendapat terkait kinerja pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin selama satu tahun di periode kedua.

Menurut Rocky Gerung, jajak pendapat itu menunjukkan bahwa 45,2 persen masyarakat tak puas dengan kinerja pemerintahan Jokowi-Maruf.

“Sekarang di bawah 50 persen, itu artinya ini tahun pertama lo udah hilang. Ini seperti malam pertama pasangannya enggak puas, mestinya perkawinanya bubar kan,” ujarnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Update Covid-19 per 30 November: Kasus Positif Tambah 4.617 Pasien, Total 538.883

Soal Pembantaian di Sigi, Abu Janda: Itu Alasan Banser Suka Jaga Gereja

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar