Potret Pilu, Kucing Ini Terus Menatap Kuburan Tuannya yang Telah Meninggal

Terkini.id, Makassar – Sudah bukan rahasia lagi jika kita memberikan perlakuan baik pada hewan maka mereka akan semakin suka pada kita, sehingga kedekatan satu sama lain akan semakin terjalin.

Tak beda dengan manusia, ketika hewan itu mati, maka si pemilik akan merasakan kesedihan yang dalam karena setiap hari berinteraksi dengannya.

Bertahun-tahun tidak akan terasa telah dilalui bersama. Satu sama lain telah tumbuh. Hewan akan setia pada pemiliknya. Hal tersebut dibuktikan oleh seekor kucing persia ini.

Baca Juga: Viral! Ravio Patra Perjuangkan Nasib Kucing Liar Korban Kekejian Seorang...

Dilansir dari akun Instagram @viralrepost.id, Jumat, 27 Desember 2019, seekor kucing persia bernama ‘Rambo’ ini enggan meninggalkan tuannya bernama Agus Setiyono meski majikannya itu telah meninggal dunia.

Kisah Rambo yang tetap setia kepada tuannya meski telah wafat diceritakan oleh anak dari Agus Setiyono. Ia pun mengabadikan momen saat Rambo terus menatap pusara kuburan majikannya itu.

Baca Juga: Inilah Empat Alasan Mengapa Kucing Liar Suka Datang ke Rumah

Berikut kisah kesetiaan Rambo kepada Agus Setiyono:

Kucing persia yang sejak kecil diadopsi oleh almarhum ayah saya, dia sehari-hari hanya dirumah saja bersama ayah saya. Makan dan minumnya diperhatikan, bahkan kalau sakit sampai dibawa ke klinik dokter hewan. Hingga tidur pun selalu nempel dengan ayah saya.
.
Seolah dia sudah terdapat ikatan batin dengan ayah saya.
.
Di hari ayah saya meninggal, si Rambo mendadak sakit. Badannya panas dan tidak mau makan. Namun ketika malam hari pengajian, si Rambo nampak sehat-sehat saja dan mengikuti acara pengajian selama 7 hari berturut dirumah. Dia hanya duduk saja disamping para tetangga yang membacakan surat Yaasin seolah mendengarkan.
.
Sejak hari itu, Rambo sudah dibawa ke klinik secara berkala karena kesehatannya menurun dan dehidrasi tinggi. Bahkan sempat menjalani masa opname beberapa hari di klinik hewan. Setelah dinyatakan sembuh, Rambo diperbolehkan pulang oleh dokter namun tetap saja tidak bersemangat seperti sebelumnya. Hanya tidur saja dan duduk didepan Tv.
.
Pandangannya kosong meskipun sudah mau sedikit demi sedikit makan makanan bervitamin tinggi. Kemudian beberapa hari selanjutnya dokter mengatakan bahwa itu bukan gejala sakit fisik, melainkan kucing mempunyai psikis juga yang bisa merasakan kesedihan dan kehilangan.
.
Benar saja, ketika saya checkup ke klinik menyatakan bahwa dia sedang sehat sehat saja, pencernaan berjalan normal hanya saja dia tidak bersemangat dan sedikit makan dengan pandangan kosong.
.
Lalu kami sekeluarga mempunyai inisiatif bahwa bagaimana jika si Rambo ini diajak untuk berkunjung ziarah ke makam ayah saya.
.
Ketika sesampainya di makam almarhum ayah saya, si rambo hanya terduduk diam sambil memandangi sekeliling. Kemudian dia berjalan sendiri dengan mata sayu nya menuju batu nisan ayah saya, dan mulai terduduk diam selama kami semua membacakan doa bersama.
.
Setelah membaca doa selesai, si Rambo tak kunjung pergi dari tempat duduknya semula dari awal dia datang. Pandangannya hanya tertuju kearah batu nisan dan sesekali menyederkan badannya diatas batu nisan.
.
Kami semua hanya menyaksikan momen tersebut sembari mengabadikan momen Rambo. Kemudian kami semua pulang.

Bagikan