Presiden panen jagung di Tuban, Menteri ekspor jagung di Makassar

Presiden Joko Widodo melakukan panen raya jagung dan penanaman bibit jati sekaligus menyerahkan Surat Keputusan Perhutanan Sosial di Desa Ngimbang, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jumat 9 Maret 2018

Terkini.id, Makassar – Presiden Joko Widodo melakukan panen raya jagung dan penanaman bibit jati sekaligus menyerahkan Surat Keputusan Perhutanan Sosial di Desa Ngimbang, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jumat 9 Maret 2018.

Kegiatan tersebut mengawali kunjungan kerja hari kedua Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo di Provinsi Jawa Timur.

Usai menunaikan ibadah salat Jumat, Presiden beserta rombongan akan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Gresik dengan menggunakan Helikopter Super Puma TNI AU.

Di sana, Kepala Negara akan meresmikan Java Integrated Industrial And Ports Estate (JIIPE) Gresik dan Kapal Pendukung Tol Laut.

Sore harinya sebelum kembali ke Jakarta, Presiden dan Ibu Iriana akan terlebih dahulu berkunjung ke Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, Kabupaten Gresik.

Tak hanya bersilaturahmi, Kepala Negara juga akan menyaksikan peluncuran Program Lembaga Keuangan Mikro Syariah “Wafa Mandiri”.

Sementara itu Provinsi Sulawesi Selatan melaksanakan pelepasan ekspor komoditi jagung sebesar 6.700 Ton. Ekspor tersebut dari total volume sebesar 60.000 ton dengan nilai Rp 210 miliar ke Filipina.

Ekspor dilakukan melalui Pelabuhan Soekarno Hatta, disaksikan langsung Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Aktivitas ekspor jagung seperti ini bukanlah hal baru, tapi sudah menjadi kegiatan rutin dilakukan oleh dunia usaha. Khususnya para eksportir yang ada di daerah ini.

“Kita akan mengespor sebanyak 60.000 ton jagung ke Filipina, untuk pengapalan pertama kita mengirimkan sebanyak 6.700 ton jagung,” kata Kepala Dinas Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Fitriani.

Sejak tahun 2010, ekspor dilakukan oleh PT. Seger Agro Nusantara, PT. Tiara Mangkasti, CV. Ohio dengan negara tujuan dan Filipina.

Sulsel merupakan salah satu provinsi penghasil jagung terbesar di Indonesia. Beberapa kabupaten yang produksi jagung antara lain Kabupaten Maros, Sidrap, Bone, Wajo, Soppeng, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng dan Bulukumba serta wilayah Luwu Raya.

Produksi jagung Sulsel Tahun 2017 berdasarkan data BPS sebesar 2.341.337 ton, mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan sebesar 13.38 persen, jika dibandingkan produksi jagung tahun 2016 sebesar 2.065.125 ton. Sejak tahun 2008 sampai tahun 2017, produksi jagung Sulsel mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 8,69 persen per tahun.

Dari data tersebut menunjukkan, komoditi jagung Sulsel sangat potensial menjadi komoditas ekspor unggulan.

Komentar

Rekomendasi

Lawan Penyebaran Covid-19, MYKO Tutup 4 Restoran untuk Sementara Waktu

Dukung Imbauan Pemerintah, MYKO Sementara Waktu Tak Terima Acara Wedding

Begini Cara MYKO Cegah Penyebaran Covid-19 di Area Hotel

Bos XL Axiata, Allan Bonke Mengundurkan Diri di Tengah Wabah Corona

REI Minta Cicilan KPR Ditunda karena Corona, OJK: Sudah Dibuat Ketentuannya

6 Hal Ini Perlu Dilakukan UKM Menghadapi Kecemasan Ekonomi Karena Virus Corona

Indonesia Ekspor Masker Besar-besaran ke China hingga Singapura, Pantas Langka

Kabin Lebih Luas, Masyarakat Indonesia Gemari MPV Wuling Confero S

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar