Masuk

Heboh! Pria di Lebak Ngaku Sebagai Dewa Matahari dan Larang Orang Lakukan Salat

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Berita menghebohkan datang dari Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Lebak, Banten. Pasalnya, ada seorang warga asal Bekasi NT yang diduga menyebarkan ajaran sesat di wilayah tersebut. Bahkan, NT dikabarkan melarang orang lakukan salat.

Hal itu dibenarkan oleh Camat Bayah, Khaerudin saat dimintai keterangan. Khaerudin menjelaskan bahwa NT mengaku sebagai Dewa Matahari 

“Ketika pelaku ditanya yah gitu ngocehnya sebagai Dewa Matahari,” kata Camat Bayah Khaerudin saat dimintai keterangan, Senin 11 Juli 2022 melansir dari detikNews.

Baca Juga: Haram Membiarkan Ketidakadilan Dalam Distribusi Tanah, MUI Ingatkan Kewajiban Pemerintah

Selain itu, Khaerudin juga mendapat informasi bahwa warga yang bekerja untuk NT dilarang melakukan salat dan dilarang mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW. NT pun mengaku sebagai orang yang paling hebat di depan para pekerjanya.

“Yang kerja sama dia itu selalu dilarang salat. Kata Natrom gini ke yang kerja sama dia, ‘nggak usah salat’. Terus pekerjanya disuruh ngikutin dia kalau memang mau kaya. Pokoknya dia merasa yang paling hebat,” jelas Khaerudin.

Adanya dugaan ajaran sesat yang disebarkan NT membuat MUI lakukan penelusuran ke sejumlah pengikutnya. MUI oun temukan sejumlah fakta yang mengindikasikan adanya dugaan penistaan Agama Islam yang dilakukan oleh NT.

Baca Juga: Bentuk Syiar, Majelis Taklim Masjid Al ikhlas Prima Griya Gelar Maulid Nabi

Menurut Ketua MUI Kecamatan Bayah, Kaelani, jika pelaku NT merupakan warga pendatang yang telah berdomisili di Kecamatan Bayah lantaran memiliki villa di daerah Sawarna dan mempekerjakan sejumlah orang yang harus mengikuti setiap perkataannya. Termasuk memanggilnya dengan sebutan ‘Ayah’, melansir dari Fakta Banten.

MUI pun juga mendapat informasi dari pengikut NT, bahwa NT menyimpan uang sebesar Rp 2 miliar yang ia simpan di dalam dua koper. 

“Kata pengikutnya dia (NM) itu memiliki uang dua koper. Kan katanya uang 1 koper itu Rp1 miliar, jadi Rp 2 miliar,” kata Ketua MUI Kecamatan Bayah, KH Kaelani, melalui telepen selulernya, Selasa, 12 Juli 2022.

Karena meresahkan dan dianggap menyesatkan, NT kemudian diamankan di Polres Lebak sejak 8 Juli 2022. Dan pihak Kepolisian setempat masih melakukan pemeriksaan terhadap laporan tersebut.