Pria Lawan Petugas PSBB karena Tak Terima Istri Disuruh Pindah Kursi Diamankan Polisi

Terkini.id, Jakarta – Beberapa waktu lalu media sosial dihebohkan dengan sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pria di Bogor melawan petugas karena tak terima istrinya di dalam mobil diminta pindah kursi ke belakang.

Kasus tersebut kini berujung ke ranah hukum. Pasalnya, pria itu dianggap melanggar aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Ia kini diamankan oleh polisi.

Belakangan diketahui identitas pria tersebut yakni Endang Wijaya. Dalam video itu, ia terlihat marah-marah ke petugas yang tengah menegakkan aturan PSBB di Bogor.

Baca Juga: Seorang Ibu-ibu Ludahi dan Pukul Petugas KRL: Biarin-Biarin Sabar-Sabar

Penangkapan terhadap Endang telah dikonfirmasi oleh Kasat Reskrim Polres Bogor Kota AKP Firman Taufik.

Firman mengatakan bahwa pria tersebut ditangkap di kediamannya pada Senin malam, 4 Mei 2020, kemarin.

Saat penangkapan, kata Firman, yang bersangkutan tidak melakukan perlawanan.

“Tidak ada perlawanan (saat dibawa petugas),” kata Firman kepada awak media, Selasa, 5 Mei 2020.

Saat ini, pelaku telah diamankan dan masih berstatus sebagai saksi. Aparat pun masih mendalami kasus tersebut.

“(Status) masih sebagai saksi, akan kita gelarkan apakah cukup untuk ditetapkan tersangka,” ujar Firman.

Firman mengungkapkan bahwa yang bersangkutan telah melanggar Pasal 216 KUHP dan UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Namun, kata Firman, pelaku tak dapat ditahan karena yang bersangkutan hanya terancam hukuman di bawah 5 tahun.

“Tidak bisa ditahan karena ancaman hukuman di bawah 5 tahun,” terangnya.

Sebelumnya, video yang memperlihatkan aksi Endang viral di media sosial. Dalam video, ia terlihat marah-marah sambil teriak ke petugas.

Ketika kejadian, Endang tak terima saat diimbau oleh petugas agar memindahkan istrinya yang duduk di kursi depan untuk ke belakang.

Imbauan tersebut disampaikan petugas dalam upaya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yakni aturan jaga jarak saat berkendara mobil.

“Mohon maaf yah, ini prinsip hidup saya. Sebagai laki-laki muslim yang menghargai istrinya. Saya tidak mau memindahkan istri saya,” teriak Endang di hadapan petugas.

Ia pun meminta agar apa yang diucapkannya itu disampaikan ke Pemerintah Bogor.

“Sampaikan ke pemerintah daerah Bogor, Bima Arya, saya menaati aturan, tapi saya lebih menaati aturan Allah. Saya suami harus menjaga istri saya. Saya tidak mau memindahkan istri saya ke belakang (kursi belakang mobil),” teriaknya.

Bagikan