Prihatin dengan penyakit Riyanti, KPAJ Makassar turun tangan

Prihatin dengan penyakit Riyanti, komunitas KPAJ Makassar turun tangan

Terkini.id, Makassar – Salah satu Komunitas yang fokus di bidang pendidikan anak Jalanan, KPAJ Makassar ikut terjun peduli kemanusiaan dengan mengunjungi salah satu warga kota Makassar, Riyanti yang berkediaman di lorong 11, Jalan Abdullah Daeng Sirua, Makassar. Selasa, 13 Maret 2018.

Kunjungan para peduli anak jalanan ini ke rumah Riyanti untuk menyalurkan bantuan pangan seadanya dan membawa salah satu dokter spesialis biomedis, dr Dito Anurogo untuk memeriksa kondisi Riyanti.

Riyanti (16 thn) anak pertama dari 3 bersaudara, didiagnosis menderita penyakit Hedrcepalus dan saat ini sedang berjuang melawan penyakitnya.

Riyanti memilki dua orang adik berusia 7 tahun dan satu adiknya masih bayi berumur 6 bulan. Bibi Riyanti, Yuliana mengatakan bahwa pihak keluarga sudah pasrah dengan keadaan Riyanti.

“Pendengarannya masih jelas, tapi proses pengeluaran BAB-nya mulai tidak normal. Dari kecil kemenakan saya ini tidak dapat mengeluarkan suara. Ketika lapar hanya bisa menangis keras,” ungkap Yuliana.

KPAJ mengunjung kediaman Riyanti guna membantu perawatan Riyanti

Sang ibunda, Desy Yakup menuturkan bahwa saat umur 1 tahun, Riyanti sempat dirawat di rumah sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar. Sekitar 3 bulan perawatan, tidak ada perubahan yang signifikan.

Baca :Gelar aksi sosial, KNPI Makassar target kumpulkan 500 kantong darah

Desy juga mengungkapkan, pada tahun 2017, Riyanti sempat mengeluarkan suara dan memanggilnya dengan sebutan ‘Mama’.

Ia pun merasa bahagia mendengar anaknya bisa bersuara pertama kali karena begitu banyak perkataan dari dokter yang mengatakan bahwa Riyanti tidak mampu berbicara. Saat itu pertama kalinya Riyanti mulai berbicara dan setelahnya dia tidak pernah lagi berbicara.

dr Dito Anugoro yang ikut berkunjung bersama komunitas KPAJ memeriksa dan melakukan diagnosis serta memberi resep obat yang harus segera ditebus oleh pihak keluarga.

“KPAJ membuktikan problematika anak dari kesehatan. Saya sendiri mencurigai adanya polio dari penyakit adik ini. Semoga pemerintah dan pihak keluarga serta semua pihak saling bersinergis untuk mewujudkan Indonesia yang sehat 2045 mendatang,” lanjut dr Dito yang juga berprofesi sebagai dosen pengajar di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.

dr. Dito Anugoro memeriksa kondisi Riyanti

Pihak keluarga mengatakan sudah pasrah dengan keadaan Riyanti. Gadis ini selama 3 hari sering kali terganggu saat istirahat tidur di malam hari.

“Kami berharap kekuatan dari kerabat atau kalangan masyarakat memberikan kekuatan untuk keluarga kami,” tambah sang ibunda, Desy Yakup.

Baca :Begini cara KPAJ menjaga ukhuwah anak jalanan

Ia juga mengatakan sudah banyak pihak yang datang mau membantu anaknya, bahkan ada yang mengaku dokter hendak mau merawat Riyanti. Namun setelah kunjungan pertama, dokter tersebut tak pernah datang lagi.

“Pernah juga ada orang yang berkunjung, tapi saat mau pulang yang berkunjung mengatakan, maaf bu kami juga mahasiswa jadi tak bisa membantu. Selama ini kami tak pernah berharap bantuan, itu pun kalau ada yang mau membantu, kami berterima kasih karena itu rezeki untuk anak kami,” ucap Desy.

Pendiri KPAJ Makassar, Ahmad Yani Dzu Himmah menghimbau kepada seluruh kalangan agar jika ingin membantu, jangan membantu setengah-setengah.

“Jangan hanya datang foto-foto kemudian sebar di sosial media. Hal ini tidak dilarang tapi mari kita membantu sepenuh hati,” tegas Ahmad Yani.

Ia juga menghimbau agar masyarakat tidak mengabaikan kebaikan sekecil apapun, misalnya dengan hanya sekedar menyebar informasi ini.

“Akan ada malaikat yang tak bersayap dikirim Tuhan untuk mereka yang membutuhkan,” pungkasnya.

 

Citizen Reporter : Riska Yuli Nurvianthi (Anggota KPAJ Makassar)