Produksi dan Penjualan PT Vale Meningkat di Triwulan Dua

Karyawan PT Vale memperlihatkan produk nikel matte yang siap diekspor, 2 Juli 2018 / Foto : Muhammad Yunus
Karyawan PT Vale memperlihatkan produk nikel matte yang siap diekspor, 2 Juli 2018. Tahun 2018, PT Vale berencana memproduksi sekitar 77.000 ton nikel dalam matte / Foto : Muhammad Yunus

Terkini.id, Jakarta – PT Vale Indonesia Tbk (“PT Vale” atau “Perseroan”, IDX Ticker: INCO) mengumumkan pencapaian kinerja — yang tidak diaudit — untuk triwulan kedua tahun 2018.

Perseroan mencatat produksi nikel dalam matte sebesar 18.893 mt dan penjualan sebesar AS$ 204,2 juta di triwulan ini.

Produksi nikel triwulan dua dalam matte sekitar 10% lebih tinggi dibandingkan triwulan pertama. Selain itu, pendapatan sekitar 20% lebih tinggi, disebabkan oleh lebih tingginya volume pengiriman dan rata-rata harga realisasi di triwulan dua.

Pengiriman nikel dalam matte meningkat sekitar 9% menjadi 18.764 mt, dan rata-rata harga realisasi naik sekitar 10% menjadi 10.880 per ton di triwulan dibandingkan triwulan pertama.

“Namun, dengan kondisi pasar yang naik turun, kami akan tetap fokus dalam mengoptimalisasikan kapasitas produksi kami, meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya,” kata Nico Kanter, CEO dan Presiden Direktur Perseroan dalam rilisnya kepada Makassar Terkini, Rabu 25 Juli 2018.

Beban pokok pendapatan Perseroan di triwulan dua meningkat sebesar AS$ 12,7 juta. Hal ini sejalan dengan peningkatan produksi triwulan dari 17.141 mt di triwulan pertama menjadi 18.893 mt di triwulan dua.

Beban pokok pendapatan per metrik ton nikel dalam matte di triwulan dua sedikit lebih rendah dibandingkan triwulan pertama. Meskipun harga bahan bakar meningkat di triwulan ini.

Harga bahan bakar meningkat sebesar 5% per unit basis. Bahan bakar merupakan salah satu biaya terbesar Perseroan.

Jika dibandingkan dengan triwulan pertama, konsumsi HSFO dan diesel di 2T18 menurun sebesar masing-masing 3% dan 2%. Sedangkan konsumsi batubara meningkat sebesar 3%.

Penurunan dalam konsumsi HSFO dan diesel dan peningkatan penggunaan batubara didorong Proyek Konversi Batubara Tahap 2 (CCP2) untuk tanur pereduksi #2 yang telah dipasang dan dimulai di April 2018.

EBITDA PT Vale di triwulan dua adalah sebesar AS$ 66,1 juta, dibandingkan dengan AS$ 43,2 juta di triwulan pertama. Hal ini terutama disebabkan oleh lebih tingginya pengiriman dan rata-rata harga realisasi.

Kas dan setara kas Perseroan meningkat sebesar AS$ 185,9 juta pada 30 Juni 2018, dari AS$ 177,9 juta pada 31 Maret 2018. PT Vale akan terus melakukan kontrol yang hati-hati atas pengeluaran untuk menjaga ketersediaan kas.

PT Vale telah mengeluarkan sekitar AS$ 13,3 juta belanja modal dalam triwulan ini, turun dari AS$ 16,5 juta di triwulan pertama.

Obes Silalahi Manager Long Term Planning PT Vale memperlihatkan lokasi penampungan sementara bahan tambang. Sebelum dimasukkan dalam pabrik, 2 Juli 2018 / Foto : Muhammad Yunus
Obes Silalahi Manager Long Term Planning PT Vale memperlihatkan lokasi penampungan sementara bahan tambang. Sebelum dimasukkan dalam pabrik, 2 Juli 2018 / Foto : Muhammad Yunus

 

Target 77 Ribu Ton

Tahun 2018, PT Vale berencana memproduksi sekitar 77.000 ton nikel dalam matte. Di saat yang bersamaan, Perseroan akan tetap fokus pada berbagai inisiatif penghematan biaya untuk mempertahankan daya saing Perseroan dalam jangka panjang tanpa mengkompromikan nilai utama Perseroan: keselamatan jiwa merupakan hal terpenting.

“Kami menghimbau pembaca untuk melihat ikhtisar pencapaian Perseroan. Pencapaian operasional interim dan hasil keuangan yang belum diaudit telah dirangkum pada halaman-halaman selanjutnya – semua angka dinyatakan dalam AS$ kecuali untuk produksi nikel dalam matte dan penjualannya yang dinyatakan dalam metrik ton,” kata Nico.

Berita Terkait
Komentar
Terkini