Prof Dwia gandeng 13 mitra Unhas sebelum dilantik rektor periode kedua

Terkini.id, Makassar – Majelis Wali Amanat (MWA) Unhas menggelar rapat khusus bersama Panitia Pemilihan Rektor (P2R) Unhas, untuk membahas jadwal pelantikan Rektor Unhas Periode 2018–2022, Rabu, 21 Maret 2018 pukul 13.00 WITA.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua MWA Unhas, Prof Dr Basri Hasanuddin MA itu dihadiri oleh anggota MWA, anggota P2R, Sekretaris Universitas, dan Kepala Biro di lingkungan Unhas.

Rapat ini memutuskan pelantikan Rektor Unhas Periode 2018–2022 akan digelar pada hari Kamis, 19 April 2018.  Penetapan jadwal ini didasarkan pada pertimbangan waktu bagi seluruh anggota MWA.

Berdasarkan statuta Unhas sebagai PTN Badan Hukum, pelantikan Rektor akan dilakukan oleh MWA.  Acara pelantikan akan digelar di Baruga AP Pettarani Kampus Unhas.

Panitia Pemilihan Rektor berencana akan mengundang berbagai pihak, baik civitas akademika, mitra-mitra Unhas, alumni, kalangan internal dan eksternal Unhas.

Di antara pihak eksternal yang akan diundang adalah para Kepala Daerah se-Sulawesi Selatan, para calon gubernur Sulawesi Selatan, mitra-mitra Unhas dari kalangan perbankan, pihak swasta, serta para Rektor perguruan tinggi negeri dan swasta di Sulawesi Selatan.

“Pelantikan ini merupakan momentum yang sangat berharga bagi Unhas, sebab inilah untuk pertama kalinya dalam 62 tahun sejarah Unhas, Rektor Unhas akan dilantik langsung oleh Majelis Wali Amanat,” jelas Kepala Unit Humas dan Protokoler Universitas Hasanuddin, Ishaq Rahman melalui keterangan tertulisnya, Rabu 21 Maret 2018.

Jalin kerja sama 13 mitra

“Hari ini, Rabu, 21 Maret 2018 saya menandatangani kerjasama dengan 15 mitra Unhas, termasuk dengan Kabupaten Asmat, Papua. Bagi Unhas, seluruh mitra kami adalah teman seiring dalam memberi kontribusi bagi bangsa dan masyarakat,” begitu tulis Prof Dwiya Aries Tina melalui akun facebooknya.

Dia mengungkapkan, khusus dengan Kabupaten Asmat, ada rasa semangat yang kuat. “Beberapa waktu lalu, saya mengirimkan tenaga ahli Unhas dan dokter-dokter residen kami untuk membantu persoalan gizi buruk dan campak di Distrik Agats,” jelasnya.

Ketika itu, pihaknya  berpikir bahwa persoalan Agats  tidak cukup diatasi dengan bantuan sesaat. Perlu solusi jangka panjang dan berkelanjutan. “Setelah tim ahli kami yang berjumlah 14 orang (sebagian besar adalah profesor) kembali dari Agats, kami mengidentifikasi bahwa perlu ada langkah konkrit pengembangan kualitas SDM, khususnya dalam bidang medis dan kesehatan, bagi masyarakat Agats,” terangnya.

Persoalan kesehatan di Agats, hanya bisa diatasi oleh masyarakat Agats. Tugas Unhas adalah membantu, mendorong, memfasilitasi saja. Dengan demikian, warga Agats dapat menemukan sendiri langkah cerdas mengatasi masalah mereka, tanpa perlu tergantung pada pihak lain secara terus-menerus.

“Alhamdulillah, niat itu memperoleh sambutan dari Pemkab Asmat. Unhas siap membuka program Diploma Tiga (D3) Kekhususan Kesehatan Terpadu, khusus untuk putra-putri Asmat, tanpa perlu ujian masuk yang rumit. Pemkab Asmat siap mengirim 38 orang putra-putri warga Asmat asli untuk dididik dan dilatih menjadi tenaga medis terampil. Kelak, setelah selesai studi, mereka akan kembali dan mengabdi di kampung halaman, mengabdi bagi masyarakatnya,” katanya.

“Terima kasih Bapak Wakil Bupati Thomas Eppe Safanpo, yang mewakili Pemkab Asmat, atas kehadirannya di Unhas hari ini,” tutup Dwia.

Selain dengan Pemkab Asmat, mitra-mitra yang menjalin kerja sama dengan Unhas pada Rabu 21 Maret adalah:

– Universitas Balikpapan,

– Politeknik Kesehatan Makassar,

– Universita Islam Negeri (UIN) Makassar,

– Universitas Pertahanan,

– STIBA Makassar,

– UIN Manado,

– UNAS Jakarta,

– UIN Gorontalo,

– Akademi Teknik Penerbangan dan Keselamatan Makassar.

– Pemerintah Kota Jayapura,

– Kabupaten Gorontalo.

– Bank Syariah Mandiri

– Yayasan Lontara Mandiri.

Lebih lanjut, Prof Dwia mengutarakan, kemitraan ini merupakan bentuk kerja sama Unhas dengan para mitra untuk berkontribusi kepada masyarakat dan bangsa.

“Momentum penandatanganan kerja sama ini bukanlah sekedar berkumpul dan menandatangani MoU, tetapi lebih dari itu bagaimana kerja sama yang dilakukan Unhas bersama para mitra yang hadir dapat memberikan manfaat yang besar pada masyarakat dan negara ini.  Tanggung jawab terhadap persoalan bangsa bukan hanya dari pemerintah, tetapi dari berbagai lembaga, perguruan tinggi, dan lembaga-lembaga lain untuk saling bersinergis,” urainya.

Komentar

Rekomendasi

Aksi Anak Muda Makassar Produksi APD Gratis untuk Tenaga Medis Covid-19

Wagub Andi Sudirman Ngopi Bareng Arief Rosyid dan Ismail Bahtiar

Telkomsel Ajak Pelanggan di Makassar Nonton Bareng Milea

Sah! Awang Darmawan Pimpin Pemuda Muhammadiyah Kota Makassar

Jangan Ki’ Lupa Dukung Karina Widjaja, Puteri Indonesia Sulawesi Selatan 2020

Akan Maju di Pilkada Makassar, Dokter Ini Disebut Calonnya Milenial

Pelajar SMA di Pinrang Temukan Obat Herbal Pencegahan Sel Kanker

Dokter Fadli Ananda Bangun Balla Caradde untuk Milenial

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar