Program Beasiswa ke Belanda Menyasar Anak Makassar, Begini Syaratnya

Terkini.id, Makassar – Lembaga nonprofit asal Belanda, Nuffic Neso Indonesia, melakukan roadshow ke Makassar.

Nuffic Neso mengadakan 2 sesi utama untuk melakukan sosialisasi berbagai beasiswa pendidikan tinggi ke Belanda, khususnya Beasiswa StuNed.

Kegiatan pertama dilaksanakan pada 05 Desember di Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Hasanuddin (FKG-Unhas), yang dilanjutkan dengan Alumni Dinner bersama para alumni Belanda yang ada di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Sedangkan sesi kedua berlangsung hari ini, 06 Desember 2018 di Ruang Baruga Pattingalloang, Kawasan Rumah Jabatan Gubernur Sulsel. Kedua sesi tersebut dihadiri ratusan mahasiswa dan juga para profesional muda Makassar.

Sesi hari pertama di ruang Molar FKG, Direktur Kemahasiswaan dan Penyiapan Karir Unhas, Abdullah Sanusi Ph D, yang mewakili Wakil Rektor III Unhas, menyatakan bahwa belajar tidak hanya tentang berada di ruang kuliah, tetapi juga pengalaman hidup, dan salah satu cara mendapatkan experience yang lebih adalah dengan international exposure melalui studi ke luar negeri.

Hal ini juga dipertegas oleh Dekan FKG-Unhas, Prof. Dr. drg. Bahruddin Thalib, M.Kes., Sp.Pros., bahwa generasi sekarang memang harus didorong untuk belajar ke luar negeri, dan ini kesempatan yang baik karena tanpa orang-orang berkelas dunia, cita-cita Unhas menjadi salah satu world class university mungkin hanya harapan. “Ayo berperan”, kata Dekan FKG.

Baca :Tu-SiWork Gelar Wokshop Beasiswa Pendidikan

Kepala Biro Perekonomian Prov. Sulsel, Dr. Since Erna Lamba, SP., MP., dalam sambutannya pada hari kedua sesi sosialisasi beasiswa ke Belanda yang berlangsung di Baruga Pattingalloang, menyatakan bahwa kegiatan ini adalah angin segar bagi warga Sulsel.

Aparat pemerintah dan seluruh warga Sulsel harus menjadi masyarakat yang cerdas untuk menciptakan suatu peluang yang inovatif dan luar biasa, dan ini hanya bisa dilahirkan dengan ilmu yang kuat.

Dia kemudian berpesan kepada peserta yang hadir: “Belajarlah dengan baik dan keras, adopsi ilmu yang ada di luar. Semoga pengabdian kita kepada bangsa dan negara akan membawa berkah dari Allah SWT bagi Sulsel”.

Sesi kedua ini sendiri dimulai dengan sharing session beberapa alumni Belanda dari Sulsel tentang pengalaman dan manfaat terbaik yang dirasakan sebagai hasil studi mereka di negara yang juga dikenal dengan Negeri Kincir Angin tersebut.

Selanjutnya, Indy Hardono, Koordinator Tim Beasiswa Nuffic Neso Indonesia, memaparkan tentang pentingnya belajar dan menimba ilmu ke luar negeri, yang dilanjutkan dengan cara memilih program studi pilihan, serta rincian proses pengajuan beasiswa studi ke Belanda.

Baca :Pelajar Parepare terima Beasiswa Lazismu, Erna Taufan: Teruslah belajar

Mengapa kuliah keluar negeri menjadi penting?

Selain mendapatkan ilmu akademis, pengalaman ke luar negeri merupakan kesempatan untuk mempelajari ide-ide baru yang akan membantu memperluas sudut pandang dan toleransi tinggi dalam menyikapi berbagai persoalan. Studi ke luar negeri berarti international mobility, yang merupakan suatu keniscayaan untuk masa sekarang, demi masa depan.

Belajar di luar negeri juga meningkatkan kesempatan di dunia kerja global. Perusahaan dari negara-negara di seluruh dunia terus berinvestasi di pasar internasional. Banyak lembaga memperhitungkan calon karyawan yang memiliki pengalaman internasional. Dengan ijazah luar negeri, kesempatan bekerja di dalam maupun luar negeri semakin terbuka lebar.

Mengapa Belanda?

Kualitas dan standar pendidikan tinggi di Belanda dibuktikan dengan 13 dari 14 universitas risetnya masuk dalam top 200 besar dunia. Program studinya beragam, melebihi yang ditawarkan di kampus dalam negeri.

Kuliah di Belanda juga membuka akses mendapatkan buku langka dan dibimbing dosen-dosen terbaik di bidangnya, dengan metoda pengajaran yang interaktif.

Tidak perlu khawatir tidak bisa berbahasa Belanda, karena selain bisa memilih program studi yang bahasa pengantarnya Bahasa Inggris, sebagian besar warganya juga bisa berkomunikasi dalam Bahasa Inggris.

Baca :Mendagri larang daerah salurkan beasiswa, Pemkab minta maaf

Mengapa StuNed?

StuNed merupakan program beasiswa bilateral Belanda dan Indonesia yang bertujuan membantu pembangunan Indonesia melalui peningkatan sumber daya manusianya. Penerima beasiswa dapat mengikuti program master atau short course. Seluruh universitas di Belanda bisa diakses, asalkan sesuai dengan area prioritas StuNed.

Tidak hanya itu, StuNed juga memperbolehkan alumninya untuk langsung bekerja di Belanda selepas kuliah. Ini sesuai dengan kebijakan pemerintah Belanda yang mengijinkan mahasiswa internasional untuk mencari kerja di Belanda setelah lulus.

Tak lupa, StuNed didukung manajemen tim yang kuat. Pembekalan sebelum keberangkatan dan monitoring selama perkuliahan akan membuat penerima beasiswa nyaman menyelesaikan studi.