Program tv ini siarkan host seksi masak hewan dilindungi, pemerhati satwa protes

Terkini.id, Makassar – Sebuah program televisi yang dikenal dengan nama Petualang Cantik, mendapat protes netizen lantaran menayangkan siaran yang melanggar.

Program televisi Petualang Cantik Trans 7 tersebut, yang tayang pada Minggu 22 April 2018 pagi, menayangkan host yang seksi, sedang memasang kima atau giant clam, sejenis kerang yang besar yang ditangkap dari laut.

Seorang netizen, Herlina Agustin mewakili PROFAUNA Indonesia dan Urban Wildlife Conservation Forum Bandung, melakukan protes keras terhadap tayangan tersebut.

Protes itu dilayangkan kepada Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Bagian Pengawasan Isi Siaran.

“Saya menyampaikan protes atas tayangan program Petualang Cantik di Trans7 yang tayang pada hari Minggu, 22 April 2018,” jelas Herlina.

Menarik untuk Anda:

Pada tayangan tersebut, tampak sekelompok orang sedang memasak kima atau biasa disebut giant clam hasil tangkapan dari alam.

“Perlu diketahui bahwa Kima adalah satwa dilindungi berdasarkan PP no 7 thn 1999,” tambahnya.

Pihaknya berharap, KPI dapat memediasi mereka untuk bertemu dengan pengelola program Petualang Cantik dan menyampaikan masalah ini, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Kami juga akan melaporkan masalah ini kepada bagian penegakkan hukum di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia untuk menindak pemburu kima tersebut,” jelas dia.

Hewan dilindungi

Berdasarkan peraturan pemerintah Republik Indonesia nomor 7 tahun 1999, berbagai jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi.

Salah satunya adalah Bivalia (kelas moluska yang mencakup semua kerang-kerangan). Pada nomor 226, tertulis kerang sejenis Kima termasuk satwa yang dilindungi.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Dekatkan Diri ke Konsumen, Astra Motor Sulselbartra dan Ambon Luncurkan Web Series “Tetanggaku Idolaku”

Ajakan Resso untuk Generasi Muda di Sulawesi Selatan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar