PSM vs PSMS Medan: Juara Liga 1 Belum Tentu Diatur Mafia

PADA akhirnya, hingga menutup pekan ini, sebagian besar orang masih berkutat tentang angka. Dari 212 yang telah lewat, klaim 11 juta dan kemarahan yang tallewa’-lewa’, serta turnamen sepakbola yang hari ini mencapai puncaknya.

Pemenang liga akan ditentukan melalui angka. Baik skor pertandingan maupun perolehan posisi akhir klasemen. PSM Makassar nyaris tak punya peluang, meski menang 11 juta gol sekalipun. Adapun Persija cukup cetak satu bola, sudah sah sebagai pemegang takhta.

Saya, kok, sampai saat ini belum yakin pemenang juara liga musim ini telah diatur oleh mafia atau bandar bola.

Jika pun PSM gagal juara, toh, itu juga buah dari kegagalannya menang dalam sejumlah laga krusial.

Bahkan, kala berjumpa dengan Persija, PSM hanya mampu berbagi poin. Andai saat itu PSM ngotot menang, sudah bisa dipastikan juara dalam genggaman sebelum turnamen resmi ‘gulung tikar.’

Lebih penting, misalnya, mempersoalkan atau menyesali hasil PSM vs Persija, ketimbang meributkan kemenangan Persija saat bertanding dengan klub lain. Belum lagi hasil seri pertandingan, kemarin. Bukan tidak mungkin ada pemain PSM yang memang tidak serius mau juara.

Tapi semua sudah terjadi. Harapan besar hari ini, PSM menang dulu sambil menunggu Persija “terpeleset” di garis finis. Semua serba mungkin. Ini masih Indonesia yang biasa terjadi hanya dengan simsalabim.

Berita Terkait