PT Pos Indonesia Cabang Bantaeng Sudah Salurkan BST ke Warga Desa Bonto Tallasa

Terkini.id, Bantaeng – Warga Desa Bonto Tallasa, Kabupaten Bantaeng yang terdampak Covid-19, beberapa waktu lalu sempat antre menyerahkan bukti fotokopi KTP dan Kartu Keluarga (KK) kepada petugas PT Pos Indonesia Cabang Bantaeng untuk mencairkan dana bantuan langsung tunai (BST) jatah Mei 2020 sebesar Rp 600 ribu per Kepala Keluarga (KK).

PT Pos Indonesia Cabang Bantaeng, sudah menyalurkan BST untuk bulan Mei tersebut sebesar Rp600 ribu per KK kepada warga di Desa Bonto Tallasa itu.

“BST atau bantuan langsung tunia (BLT) yang kita salurkan kepada warga terdampak Covid-19 di Desa Bonto Tallasa, untuk jatah bulan Mei 2020. Besar nominal yang diterima warga Rp 600.000 per KK,” kata petugas PT Pos indonesia Cabang Bantaeng, H. Basing, Senin 22 Februari 2021.

Baca Juga: Polres Bantaeng Dinilai Main-Main Pada Kasus Pemerkosaan Anak Dibawah Umur

Ia mengatakan, jumlah warga kurang mampu yang terdampak langsung wabah penyebaran virus corona di Desa Bonto Tallasa, yang tercatat sebagai penerima dana BST yakni sebanyak 261 KK, tersebar di 5 Dusun yang ada di Desa Bonto Tallasa ini.

Namun, yang menerima baru 217 KK yang ada surat bukti penerimaannya jadi tersisa sebanyak 44 KK.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Maluku Bicarakan Penguatan Jaminan Sosial di Hadapan...

Maka dari itu, pihaknya mengharapkan masyarakat yang sisanya itu untuk dipercepat penerbitannya dan pencairan.

Dana BST ini diberikan Kemsos kepada warga terdampak Covid-19 sebanyak Rp1,8 juta per KK, dan pencairanya dilakukan selama tiga kali, yakni bulan Mei, Juni dan Juli 2020, masing-masing Rp600 ribu per bulan

“Dana BST yang kita salurkan sekarang kepada warga terdampak Cobid-19 di Desa Bonto Tallasa untuk jatah bulan Mei 2020. Sedangkan jatah dua bulan lagi akan dicairkan pada akhir juni mendatang,” ujarnya.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Maluku Bicarakan Penguatan Jaminan Sosial di Hadapan...

Namun, jadwal pencairan tahap II dan III tersebut belum ada kepastian tanggalnya. 

“Yang jelas, jadwal penciaran dana BST ditentukan oleh Kemsos. PT Pos indonesia Cabang Bantaeng hanya sebagai pelaksana pembayaran saja kepada warga penerima dana BST tersebut,” ujarnya.

H. Basing, SE menambahkan, pencairan dana BST di Desa Bonto Tallasa, dilaksanakan selama 1 hari,  Namun, bagi warga yang belum mencairkan dana BST dalam beberapa hari tersebut, bisa mengambil dihari berikutnya di Kantor Pos setempat.

Pencairan dana BST tersebut dilakukan PT Pos Bantaeng langsung di kantor Desa Bonto Tallasa hari ini. Hal itu dilakukan untuk menghindari terjadinya kerumunan warga guna mencegah penyebaran wabah virus corona di desa ini.

“Kita bersyukur pencairan dana BST di Desa Bonto Tallasa berjalan lancar dan masyarakat tetap disiplin menjaga jarak atau physical distancing, sehingga tidak terjadi kerumunan warga di halaman kantor desa,” ujarnya.

Sementara itu, Babinsa dan Binmas Desa Bonto Tallasa mengatakan, jumlah warga terdampak Covid-19 penerima BST di Desa Bonto Tallasa tercatat sebanyak 261 KK ,dan baru menerima 217 KK jadi menyusul yang 44 kk

Warga penerima BST sebanyak ini, tersebar di 5 Dusun. Namun, pihak kepala desa tidak menyebutkan secara ini jumlah warga penerima BST di masing-masing Dusun dan Desa kecuali  sebanyak 261 KK.

Dijelaskan, warga penerima BST tersebut, tidak tercatat sebagai penerima bansos bantuan pangan non tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Bonto Tallasa.

“Jadi, warga penerima BST tersebut, benar-benar masyarakat yang terdampak penyebaran virus corona di desanya,” ujarnya.

Dg. Hali (67), warga Dusun Kampung Beru salah seorang penerima dana BST mengucapkan terima kasih karena telah diberikan dana bansos Rp600 per bulan selama tiga bulan oleh Kemensos, sehingga kebutuhan pangan keluarganya bisa teratasi dari uang bansos.

“Saya terima kasih sekali Pak diberikan dana BST sebesar Rp600 ribu, sehingga saya bisa membeli beras dan kebutuhan lainya disaat wabah pandemi virus corona,” ungkapnya.  

“Saya sekarang nyaris tidak ada penghasilan sebagai buruh pengumpul batu gunung karena batu yang sudah berkumpul itu sejak Covid-19 benar-benar tidak ada pembeli,” tambahnya.

Hal senada diungkapkan Saeruddin Hasan (27), salah seorang sales di Mandala Financial  Ia mengatakan, dana BST yang diberikan pemerintah kepada dirinya sangat membantu untuk mengatasi kebutuhan pangan keluarganya.

“Uang BST yang saya terima ini akan belikan beras dan sebagian lagi untuk keperluan lainnya. Saya terbantu sekali dengan diberikan BST ini, sehingga saya tidak terlalu pusing lagi untuk memikirkan pembeli beras kebutuhan pangan keluarga disaat penghasilan sebagai sales di mandala financial tidak menentu,” tuturnya.

Saeruddin mengaku, sebelum ada wabah Cobid-19 di Bantaeng, penghasilanya sebagai sales di mandala financial rata-rata Rp75 ribu per hari, tapi setelah ada Covid-19 penghasilan anjlok hanya Rp30 ribu per hari.

Hal ini terjadi karena orang yang datang untuk pembiayaan kurang di setiap hari terus berkurang, akibat warga takut keluar dan banyak tinggal di rumah saja, serta aktivitas masyarakat turun selama wabah virus corona.

Citizen Reporter : Ibrahim

Bagikan