Puluhan Babi Mati Mendadak di Agam Sumatera Barat, Positif Flu Babi Afrika

Terkini.id, Jakarta – Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Farid Muslim mengatakan puluhan babi yang mati di Kabupaten Agam Sumatera Barat positif terpapar virus flu babi Afrika (African Swine Fever/ASF).

Lokasi kematian babi tersebut di Maua Hilia, Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. 

Hal tersebut dikonfirmasi setelah sampel organ tubuh babi yang mendadak mati dianalisis di laboratorium Balai Veteriner Bukit Tinggi.

“Ini berdasarkan investigasi lapangan Balai Veteriner Bukittinggi yang dikirimkan, namun kami tidak mengetahui hasil laboratorium, terkait metode dan jenis virus itu,” kata Farid.

Tim gabungan yang berasal dari Balai Veteriner Bukittinggi, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar. Mengambil sampel tulang dan tanah lokasi babi yang mati mendadak serta sumber air di hari Rabu 8 Desember 2021. Setelah warga melaporkan terkait puluhan babi yang tiba-tiba mati.

“Tim menemukan dua organ tubuh babi dan salah satu sampel tulang babi yang diambil itu positif ASF,” ujarnya dikutip dari antaranews.com Jumat 24 Desember 2021.

Dia mengimbau warga agar segera melapor ke UPTD Puskeswen terdekat jika menemukan babi yang mati mendadak. Guna pencegahan virus lebih dini ke hewan lain.

“Di Agam tidak ada peternak babi, dan kami mewaspadai menular ke hewan lainnya, karena virus itu tidak bisa menular ke manusia,” ucapnya.

Sebelum ini, seorang warga menemukan puluhan bangkai babi di kebun mereka. Temuan warga tersebut pertama kali diketahui sejak tiga bulan lalu.

Bagikan