Puluhan Tahun Tak Nikah, Pria Ini Cabuli Siswi SD di Toilet SPBU

Siswi
Ilustrasi pencabulan siswi SD. (Foto: Satumaluku)

Terkini.id, Pekanbaru – Nasib malang menerpa seorang siswi Sekolah Dasar (SD) berinisial AG. Bocah ini menjadi korban pemerkosaan seorang pria lajang berusia 35 tahun yang tak kunjung menikah.

Untuk memuluskan niat bejatnya, tersangka berinisial LG menggunakan modus dengan mengantar-jemput korban dari sekolah ke rumah, sebelum akhirnya menculik dan mencabuli korban di toilet salah satu SPBU di Pekanbaru, Riau.

“Tersangka mengaku karena kebutuhan seksual. Dia juga mengaku sudah 35 tahun tak kunjung menikah,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru AKP Awaluddin Syam, dikutip dari Kompas, Jumat 19 Juli 2019.

Tersangka mengaku menyesal melakukan tindak pidana tersebut. Namun, saat itu akal sehatnya hilang karena nafsu.

Awaluddin mengatakan, tersangka LG ditangkap pada Jumat 12 Juli 2019, lalu di Jalan Darma Bakti, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru.

Karena mencoba kabur, tersangka terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas oleh petugas.

“Penangkapan kami lakukan bersama Polsel Payung Sekaki. Namun, tersangka terpaksa kami lumpuhkan, karena mencoba kabur saat akan ditangkap,” kata Awaluddin.

Terungkapnya kasus ini, lanjut Awalauddin, setelah aksi pelaku terekam kamera CCTV di sekitar SPBU.

Siswi
Tersangka diamankan polisi. (Foto: Kompas)

Kronologi aksi bejat pelaku

Saat itu, pelaku membawa korban menggunakan sepeda motor. Korban masih mengenakan seragam sekolah. Pelaku kemudian mengajak korban jalan-jalan.

“Korban mengaku sebelumnya sudah pernah dijemput oleh pelaku, yakni pada tanggal 8 dan 9 Juli 2019. Jadi, modusnya dengan cara mengantar korban pulang ke rumah dan diberi uang Rp 2.000,” ujarnya.

Kemudian pada Kamis, pelaku kembali menjemput korban. Korban tidak diantar ke rumah, karena diajak jalan-jalan dan makan malam.

“Selanjutnya pelaku membawa korban ke salah satu SPBU, dan korban dipaksa untuk melakukan hubungan badan,” sambung Awaluddin.

Orangtua korban sudah cemas, karena sudah kehilangan anaknya. Bahkan, berita korban hilang juga sempat beredar di media sosial.

“Korban diantar oleh pelaku pada Jumat pagi harinya. Korban diturunkan di tepi jalan tidak jauh dari rumahnya,” sebut mantan Kasat Reskrim Polres Dumai ini.

Orangtua korban kemudian melaporkan pelaku ke Polsek Payung Sekaki. Akhirnya, pelaku berhasil ditangkap, dan dilumpuhkan dengan timah panas.

“Pelaku dijerat dengan UU Perlindungan Anak, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” ujar Awaluddin.