Putrinya Meninggal Usai Sidang Skripsi, Sang Ibu Wakili Anak di Acara Wisuda

Terkini.id, Pontianak – Peristiwa pilu seorang mahasiswi yang meninggal dunia jelang diwisuda terjadi di Pontianak.

Mahasiswi tersebut, yakni  Marsellina Julita harusnya mengikuti wisuda Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, pada Kamis 30 Januari 2020.

Namun, ajalnya lebih dahulu datang. Mahasiswi Bimbingan Konseling Fakultas FKIP Untan itu menghembuskan nafas terakhirnya pada 28 Desember 2019 lalu setelah berjuang melawan penyakit kista yang dia derita.

Dalam acara wisuda yang berlangsung pada Kamis 30 Januari 2020 itu, sang ibu yakni Chr. Marcieny yang datang mewakili putrinya.

Menarik untuk Anda:

Dari video yang beredar, Marcieny datang dengan mengenakan baju putih. Riasan di wajahnya tampak merona saat menuju podium mewakili anak mengambil ijazah.

Sidang Skripsi di Rumah Sakit

Semasa hidup Marselina sukses menyelesaikan studinya meskipun sedang sakit.

Kata sang ibu, Marselina bahkan harus sidang skripsi di ruang inap Rumah Sakit Umum Daerah Soedarso.

Marselina mmenghembuskan nafas terakhir pada 28 Desember 2019 di RSCM Jakarta lalu dimakamkan pada 30 Desember 2019 di Pemakaman Ambawang.

“Wisuda hari ini juga sebagai kebanggaan terbesar bagi keluarga dan memang dia adalah anak perempuan satu-satunya yang menjadi harapan kita tapi kita tidak tau rencana tuhan pada 28 Desember 2019 ia pun telah dipanggil Tuhan,” ujar sang ibu Marselina seperti dikutip dari tribunnewscom.

Eny mengatakan asal muasal penyakit anaknya itu berawal dari haid sejak SMP yang kurang lancar. Kadang-kadang 2 bulan sekali itu pun harus dipicu dengan obat herbal.

Almarhum Marsella Julita sudah sejak dari kecil tinggal dan tinggal bersama neneknya karena sang ibunda tinggal dan tugas di SMK 1 Putusibau.

Eny mengungkapkan, Lita (sapaan Marsella Julita) pernah dioperasi pertama kali pada masuk semester II perkuliahan. Pada saat itu di tahun 2016 sudah ada keluhan tidak bisa buang air dan perutnya sakit dan terasa keras.

Lalu dokter mengambil tindakan dan menemukan ada tumor berupa kista. Lita pun dioperasi di rumah sakit Bhayangkara.

“Kista sekitar 1 kg saat itu dan hasilnya di kirim ke Jakarta untuk dilihat. Setahun kemudian, ada surat balasan untuk operasi kembali. Karena lagi sibuk dengan kuliah, dia mengatakan tidak mau dioperasi lagi,” ujar dia.

Pada saat itu, Lita tidak mau dioperasi lantaran tidak mau menjalani kemoterapi yang akan mengakibatkan rambutnya rontok.

Akhirnya di lebih memilih mengonsumsi obat herbal berupa keladi tikus. Dia mengonsumsinya berkantong- kantong dan dimakan sekali sehari sebelum pergi kuliah sampai dia merasa jenuh memakannya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Ustaz Maaher Terus Serang Gus Miftah, Posting Video Ceramah Sebut Kata Ngaceng

Habib Rizieq Ditolak Banser, Warga Pandeglang Bersumpah HRS Keturunan Nabi

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar