Rasisme Tertolak di Dunia yang Beradab!

Akhir-akhir ini Amerika bergejolak. Kematian George Floyd di Minneapolis, Minnesota di tangan orang-orang yang seharusnya memberikan keamanan dan keselamatan memicu apa yang saya istilahkan “bara api dalam sekam”.

Hampir di semua kota-kota besar Amerika terjadi gelombang demonstrasi besar-besaran.

Bara api dalam sekam yang saya maksud adalah ketidak adilan dan rasisme yang telah seolah menjadi “dosa asal” negeri Paman Sam ini.

Sedemikian lama perlakuan zholim dan rasis kepada kaum minoritas, seolah menjadi hal lumrah dari masa ke masa.

Mungkin Anda menyukai ini:

Tragisnya, selain karena negeri ini mengaku sebagai “Master if freedom and democracy” juga kerap kali mengkampanyekan diri ke seluruh dunia sebagai Pahlawan HAM dan kesetaraan.

Baca Juga: PPMK dan Sejumlah Netizen Serukan Natalius Pigai Ikut Ditangkap

Dengan peristiwa saat ini, dan berkali-kali sebelumnya, menunjukkan adanya “prilaku munafik” (hypocritical behaviors) Amerika kepada dunia.

Dan runyamnya lagi, Amerika gagal menampilkan leadership di tengah krisis yang menimpanya.

Karena bersamaan itu pula negeri ini dipimpin oleh seorang Presiden yang tidak saja “unpresidential”.

Baca Juga: Polisi Usut Kasus Rasisme Natalius Pigai, Denny Siregar: Jangan Digoreng...

Tapi juga sangat kurang dalam kepemimpinan (leadership). Bahwa negara di saya krisis bukan sekedar membutuhkan penguasa. Tapi yang lebih penting adalah “kepemimpinan”.

Peranan Islam memerangi rasisme

1 2 3 4 5 6 7
Selanjutnya
Bagikan