RDP Komisi II DPRD Jeneponto Ricuh, Cangkir Kopi Melayang

RDP Komisi II DPRD Jeneponto Ricuh
RDP Komisi II DPRD Jeneponto Ricuh

Terkini.id, Jeneponto – Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Perdagin) Jeneponto kembali digelar oleh Komisi II DPRD Jeneponto, Senin, 16 Maret 2020.

Rapat Dengar Pendapat yang dipimpin Ketua Komisi II, Hanafi Sewang, dihadiri, para Anggota Komisi II, Kadis Perdagin, Muh Jafar, Kepala pasar Allu, Kepala UPTD Pasar, Kepala Pasar Karisa, Kepala Pasar Tamanroya dan Kepala Pasar Tarowang.

RDP tersebut dilaksanakan sebagai rapat lanjutan yang dari RDP yang dijadwalkan, Kamis, 5 Maret 2020 namun tidak dihadiri oleh Kadis Perdagin dan Kepala Pasar.

Dalam RDP yang membahas tentang pengelolaan pasar rakyat Allu, berlangsung memanas yang diwarnai lemparan cangkir kopi anggota DPRD Jeneponto,H  Zainuddin Bata.

Aksi itu dilakukan karena Kadis Perdagin dan kepala dianggap membohongi Anggota Komisi II DPRD Jeneponto.

“Saya tidak sependapat apa yang disampaikan Kepala Pasar Allu dan Kadis Perdagin karena tidak sesuai dengan apa yang disampaikan saat Komisi II melakukan kunjungan kerja ke pasar Allu dengan yang disampaikan di RDP tadi,” kata Zainuddin Bata.

Menurutnya, Kadis Perdagin dan Kepala Pasar tidak menghargai Komisi II DPRD Jeneponto karena mangkir dari undangan RDP.

“RDP pertama beliau hadir tapi tidak bawa data, RDP selanjuta mangkir, sekarang data dia tidak menyampaikan yang sebenarnya, Perdagin tidak membawa data baru, yang dia bawa data lama, kadis Perdagin menyampaikan di RDP tadi bahwa tidak membuka pendaftaran, faktanya dari mana itu data 84 pedagang yang terdaftar,” kata Zainuddin Bata.

H Zainuddin Bata juga kecewa dengan pimpinan rapat RDP yang akan menyimpulkan tanpa dengan memberikan kesempatan kepada anggota Komisi II mengeluarkan pendapatnya

“Tidak bisa begitu pak. Saya merasa dibohongi dan sangat kecewa dengan rapat tadi. Karena pada saat kunjungan kerja Komisi II DPRD ke pasar Allu  beda dengan apa yang disampaikan di rapat, begitu pun tadi saya kecewa dengan pimpinan rapat yang akan menyimpulkan hasil rapat,” tegas  Zainuddin Bata dengan nada masih emosi.

Zainuddin Bata juga mengatakan, Pada RDP yang dilaksanakan itu seharusnya diundang Aliansi Pemuda Bangkala (Amuba) dan pedagang.

“Kenapa komisi II DPRD Jeneponto tidak mengundang Aliansi Pemuda Bangkala (AMUBA) dan para perwakilan pedagang, ini kan rapat dengar pendapat lanjutan, seharusnya diundang itu, supaya selesai masalahnya dan tidak menimbulkan persepsi yang macam-macam,” ujarnya.

Komentar

Rekomendasi

Bupati Jeneponto Belasungkawa Meninggalnya Ibunda Presiden Jokowi

Pimpin Rapat Terbatas dengan Forkopimda, Bupati Jeneponto Harap Koordinasi Intens Cegah Corona

Cegah Covid-19, Mulyadi Mustamu Imbau Masyarakat Ikuti Instruksi Pemerintah

Anggota DPRD Sulsel ini Himbau Warga Konsumsi Sayur Kelor

3 Anggota DPRD Sulsel Temui Tim Gugus Tugas Covid-19 Jeneponto, Bahas Apa ya?

Tripika Kecamatan Bangkala Bersama AMUBA Sterilkan Pasar dan Masjid

Wabah Covid-19, PB HPMT Tindaklanjuti Instruksi Bupati Jeneponto

Cuitan Dokter Soal APD Seadanya, Sekda: Ada Uang Tapi Barang Tidak Tersedia

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar