Real Count Versi PDIP, Prof Andalan Unggul 42,96 persen

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Sulsel melakukan real count Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel, Rabu 27 Juni 2018. /Nasruddin
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Sulsel melakukan real count Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel, Rabu 27 Juni 2018. /Nasruddin

Terkini.id — Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Sulsel melakukan real count Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel, Rabu 27 Juni 2018.

Hasil real count PDIP pukul 21.30 WITA, menunjukkan pasangan Calon Gubernur Sulsel nomor urut 3, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan) unggul dengan memperoleh 42,96 persen.

Kemudian Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) 27,71 persen, Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) 19,19 persen dan Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo (Agus-Tanri) 8,86 persen. Sedangkan surat suara tidak sah 1,29 persen.

Wakil Ketua DPD PDIP Sulsel, Rismayanti menjelaskan, hasil real count ini berbasis per Tempat Pemungutan Suara (TPS), data itu diambil dari kader PDIP yang menjadi saksi pemungutan suara.

“Hingga pukul 21,30 sudah 67 persen data yang masuk dari 17,132 TPS,” kata Rismayanti melalui sambungan telepon.

Sekedar diketahui, PDIP merupakan salah satu partai usungan Prof Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman di Pilgub Sulsel. Data tersebut dikumpulkan untuk mencocokkan hasil real count dan quick count yang dirilis oleh beberapa lembaga survei.

Komentar

Rekomendasi

Cegah Covid-19, DPR Dan KPU Sepakati Tunda Pilkada Serentak 2020

Aliansi Mahasiswa Cinta Demokrasi Gelar Deklarasi Pilkada Damai Berintegritas 2020

Mahasiswa Wajib Mengontrol Jalannya Demokrasi Pilkada Serentak 2020

Pemuda Sebagai Benteng Pelindung Publik dari Hoax

Parpol Diminta Tidak Usung Cakada Terindikasi Korupsi

Amirullah Nur Penantang Kuat di Pilkada Maros

Gerindra Sulsel Kirim nama Calon Kepala Daerah ke DPP

Appi Dorong Sistem Kesehatan Berbasis Digital

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar