Rehab Ruang Kerja Rp5,7 M, Wali Kota Palembang: Tidak Ada Namanya Pemborosan

<p>Terkini.id, Jakarta – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang merehabilitasi ruang Kantor Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang dan menghabiskan anggaran hingga Rp5,7 miliar.

Meski dilakukan di tengah pandemi, Wali Kota Palembang mengatakan bahwa rehabilitasi ruangan itu bukanlah sebuah pemborosan.

Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Online (LPSE) Palembang, pekerjaan konstruksi dilakukan Pemkot Palembang melalui Bagian Umum Setda Palembang. 

Total pagu rehabilitasi dua ruang kerja, yakni ruangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota itu sebesar Rp5,7 miliar.

Adapun rinciannya, yaitu rehabilitasi ruang kerja Wali Kota Palembang mendapat pagu Rp3.280.550.000. 

Proyek ini dimenangkan PT Aprillia Maju Bersama dengan harga negosiasi mencapai Rp3.250.940.000.

Sementara, rehabilitasi ruang Wakil Wali Kota Palembang diberi pagu Rp2.471.560.000. 

Proyek ini dimenangkan CV Lunas Konstruksi dengan harga terkoreksi mencapai Rp2.446.506.521.

Berdasarkan pantauan Merdeka.com pada Rabu, 15 September 2021, pengerjaan konstruksi sedang berlangsung. 

Para pekerja sedang melakukan pengecatan dasar dan pembuatan profil di tiang-tiang.

Terkait biaya rehabilitasi ini, Wali Kota Palembang, Harnojoyo menilai proyek rehabilitasi bukan berarti pemborosan.

Ia mengungkapkan bahwa rehabilitasi ini sudah dianggarkan karena menjadi prioritas.

Ia juga mengatakan bahwa Pemkot Palembang sudah mempertimbangkan secara matang kegiatan yang harus dikerjakan atau tidak, termasuk pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) sebesar Rp50 persen.

“Semuanya sudah dilihat dari urgensinya,” kata Harnojoyo.

Lebih lanjut, ia menyinggung bahwa Pemkot Palembang terpaksa menunda pembangunan Kantor Camat Kemuning dan Jakabaring karena terkendala terbatasnya anggaran. 

Menurutnya, hal itu menunjukkan Pemkot Palembang tidak melakukan pemborosan anggaran. 

“Jadi tidak ada namanya yang pemborosan,” pungkas Harjonoyo.

Bagikan