Rekaman Hoax 70 Juta Surat Suara untuk Jokowi, Pelaku Harus Ditindak

Ilustrasi Pilkada/ist
Ilustrasi Pilkada/ist

Terkini.id, Jakarta – Hoax tentang surat suara yang sudah dicoblos untuk pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin beredar di media sosial.

Hoax tersebut beredar melalui sebuah rekaman suara, dan ikut disebar sejumlah tokoh penting, seperti anggota tim kampanye Prabowo, Andi Arief, hingga ustaz Tengku Zulkarnain.

Dalam rekaman tersebut, terungkap suara dari seseorang yang menyebutkan adanya surat suara untuk Pilpres 2019 yang sudah tercoblos.

“Ada total 70 juta surat suara dalam kontainer, sudah dicoblos untuk kosong satu (Capres Jokowi). Tolong segera dicek,” sebut seseorang dalam rekaman suara tersebut.

Setelah dicek, KPU memastikan kabar tersebut adalah hoax.

Ketua Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini mengaku prihatin dengan peredaran hoaks jelang Pemilu 2019.

“Hoaks bukan lagi menyasar peserta pemilu, tapi sudah mengganggu penyelenggara. Tujuan atau motifnya apa, itu yang harus dibongkar aparat penegak hukum,” kicau Titi melalui akun Twitternya, Kamis 3 Januari 2019.

Menurutnya, hoaks yang beredar tanpa adanya tindakan tegas bisa berbahaya dan berakibat fatal.

“Kalau dibiarkan punya daya rusak yang sangat besar pada pemilu kita. Ini kejahatan luar biasa atas praktik demokrasi,” ungkapnya.

Ia mengakui, mengawasi kinerja penyelenggara pemilu amat sangat penting. Menjadi sebuah keharusan bagi publik dan semua pemangku kepentingan.

“Tapi mengawasi beda dengan tindakan provokasi dan delegitimasi. Hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos sudah patut disebut rongrongan pada legitmasi pemilu,” pungkasnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini