Resmi Dipilih Cawapres Jokowi, Ini 5 Fakta Tentang Ma’ruf Amin

Ma'ruf Amin
Cawapres Jokowi, KH Ma'ruf Amin. (foto: Instagram @marufaminofficial)

Terkini.id – Baru-baru ini, Presiden Joko Widodo memberikan pengumuman terkait sosok yang akan mendampinginya di Pilpres 2019 mendatang sebagai calon wakil presiden (Cawapres).

Jokowi mengatakan dalam konferensi persnya di Restoran Plataran Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 9 Agustus 2018 bahwa dirinya memutuskan dan telah mendapatkan persetujuan dari partai-partai koalisi.

Deklarasi ini tentunya cukup mengejutkan publik, mengingat bahwa prediksi nama yang selama ini berembus kencang adalah Mahfud MD.

Sebelumnya, Jokowi memang sempat menyebut bahwa kandidat cawapres yang akan dipilihnya berinisal huruf M. Kuat dugaan bahwa inisial tersebut adalah Mahfud MD.

Jokowi dan Ma’ruf Amin. (foto: tempo.co).

Namun Jokowi akhirnya mengungkapkan ke publik terkait inisial M, yang tak lain adalah Ma’ruf Amin. Keputusan Jokowi tersebut mengakhiri banyaknya spekulasi yang berkembang di masyarakat terkait calon pendampingnya di Pilpres 2019 mendatang.

Nah, siapakah Ma’ruf Amin, dan bagaimana rekam jejaknya? Dilansir dari brilio, berikut 5 fakta rekam jejak tentang Kyai Ma’ruf Amin.

1. Lahir dari keluarga religius.

Ma’ruf Amin. (foto: gatra.com)

Pria kelahiran Tangerang, Banten, 11 Maret 1943 ini lahir dari keluarga Nahdlatul Ulama (NU). Sejak kecil dirinya sudah disekolahkan oleh keluarganya di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur.

Baca :KH Ma'ruf Amin: Pemimpin yang baik adalah yang memelihara guru mengaji

Setelah lulus pondok, ia meneruskan pendidikannya ke jenjang kuliah di Universitas Ibnu Chaldun, Bogor, Jawa Barat.

2. Memulai karier sebagai anggota Koordinasi Dakwah Indonesia (KODI).

Ma’ruf Amin (kiri). (foto: Instagram @marufaminofficial)

Dari ilmu yang didapatkannya, pria berumur 75 tahun ini mulai terjun ke dunia dakwah. Ma’ruf mulai menjadi anggota Koordinasi Dakwah Indonesia (KODI) DKI Jakarta.

Tidak hanya itu, ia juga aktif di Nahdlatul Ulama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kariernya sebagai pendakwah pun terus berjalan hingga namanya mulai dikenal banyak orang.

3. Sempat jadi anggota DPR/MPR RI

Ma’ruf Amin. (foto: Instagram @marufaminofficial)

Dalam dunia perpolitikkan, Ma’ruf Amin juga tidak kalah aktif. Dirinya sempat tercatat sebagai anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Persatuan Pembangunan. Saat itu namanya mulai dikenal bersamaan dengan bergulirnya Era Reformasi pada tahun 1998.

Selain itu, dirinya juga sempat diminta untuk menjadi Ketua Dewan Syuro PKB yang pertama oleh Partai Kebangkitan Bangsa. Melalui partai PKB, Ma’ruf pernah menjadi anggota DPR/MPR RI. Namun karena panasnya dinamikan politik, akhirnya ia lebih memilih untuk berkonsentrasi di PBNU dan MUI.

Baca :PAN Minta Ma'ruf Amin Mundur dari Ketua Umum MUI

4. Ditunjuk jadi Dewan Pertimbangan Presiden era SBY.

Ma’ruf Amin. (foto: Instagram @marufaminofficial)

Selain menjalani aktivitasnya di NU dan MUI, Ma’ruf Amin juga pernah ditunjuk sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden selama periode tahun 2007-2009 dan 2010-2014.

Saat itu Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI periode 2015-2020 ini diminta langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Hubungan Antar Agama.

5. Memperoleh gelar Doktor Kehormatan.

Ma’ruf Amin. (foto: pepnews.com)

Pria yang kini juga menjabat sebagai Rais Aam Syuriah PBNU periode 2015-2020 itu memiliki kemampuan di bidang ekonomi syariah. Hal ini dibuktikan dengan perolehan anugerah Doktor Kehormatan (Doktor Honoris Causa) untuk bidang Hukum Ekonomi Syariah dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.