Resmi Tersangka dan Kini Ditahan, Oknum Satpol PP Gowa Pemukul Pasutri Lebaran Idul Adha di Mapolres?

Terkini.id, Jakarta – Lebaran Idul Adha sebentar lagi. Mungkin sebagian netizen pun bertanya-tanya bagaimana nasib oknum Satpol PP Gowa yang beberapa waktu lalu viral usai memukul pasangan suami istri pemilik warkop.

Telah ditetapkan sebagai tersangka, benarkah Mardani Hamdan harus bertebaran Idul Adha di Mapolres Gowa?

Dilansir terkini.id dari Trotoar.id pada Senin, 19 Juli 2021, mantan sekretaris Satpol PP Kabupaten Gowa, Mardani Hamdan, merayakan Idul Adha di dalam jeruji besi Mapolres Gowa.

Baca Juga: Laporkan Pasutri Korban Pemukulan Satpol PP karena Bohong Hamil, Begini...

Hal itu diinformasikan diputuskan setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap pasangan suami istri saat melakukan razia PPKM Darurat beberapa waktu lalu.

Mardani disebut ditahan polisi usai menjalani pemeriksaan rektorat reserse Kriminal Polres Gowa selama kurang dari lima jam.

Baca Juga: Suami Korban Pemukulan Oknum Satpol PP Gowa Ungkap Alasan Sebut...

Kabag Humas Polres Gowa, AKP Tambunan, menjelaskan tersangka ditahan berdasarkan surat perintah penahanan yang dikeluarkan yang diterbitkan satreskrim SP.Han No. /90/VII/2021/Reskrim tgl 18 juli 2021 yang ditandatangani oleh kasat Reskrim Polres Gowa AKP. Boby Rachman.SH.,SIK.

“Terhadap tersangka sudah kita lakukan penahanan,” ujar AKP Tambunan, dikutip terkini.id dari detikcom pada Senin, 19 Juli 2021.

Tambunan menyampaikan dengan dilakukannya penahanan terhadap tersangka, maka iharapkan masyarakat bisa bijak dan tidak lagi melakukan aksi provokasi atau mem-bully tersangka. 

Baca Juga: Suami Korban Pemukulan Oknum Satpol PP Gowa Ungkap Alasan Sebut...

“Saya yakin masyarakat akan selalu berpegang teguh pada budaya Siri Na Pacce dalam bermasyarakat,” pungkasnya.

Sebagai informasi, kasus penganiayaan pasangan suami Istri yang dilakukan Mardani Hamdan juga mendapat sorotan langsung dari Presiden Jokowi di mana ia menganggap bahwa tindakan tersebut akan memanaskan suasana.

Mardani Hamdan sendiri dijerat pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Bagikan