Respon Gagasan Dinkes Sulsel, FKM UPRI Inisiasi Program ‘Satu SKM Satu Desa’

FKM UPRI
Respon Gagasan Dinkes Sulsel, FKM UPRI Inisiasi Program 'Satu SKM Satu Desa'

Terkini.id, Makassar – Merespon gagasan awal Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Selatan Dr. dr. H. Baso Bahtiar mengenai inovasi program pembanguan kesehatan di Sulsel, FKM UPRI turut mengambil bagian dengan menawarkan konsep “Satu SKM Satu Desa” sebagai konsep yang dihasilkan dari serial diskusi dengan Kabid Kesmas Dinkes Provinsi Sulsel, Husni Thamrin.

Untuk memantapkan konsep “Satu SKM Satu Desa” tersebut, tim melakukan pembahasan intensif dalam menyusun konsep paper tersebut yang selanjutnya akan didiskusikan lebih luas dengan melibatkan stakeholders kesehatan lainnya.

Konsep kebijakan satu SKM satu Desa diharapkan menjadi salah satu alternatif solusi dalam menjawab kompleksitas masalah kesehatan masyarakat khususnya yang dihadapi oleh masyarakat wilayah pedesaan.

Dalam pembahasan ini dipetakan beberapa konsep inti diantaranya dasar hukum pengembangan kebijakan, tujuan yang akan dicapai, strategi dan pendekatan, kerangka kerja, tugas dan fungsi SKM di desa, dukungan yang dibutuhkan, dan, peluang serta tantangannya.

Adam Badwi yang merupakan Doktor Sosiologi Kesehatan mengatakan, keberadaan SKM di desa terasa kebutuhannya karena profesi ini akan mengawal upaya pencegahan penyakit bersumber daya masyarakat.

Menarik untuk Anda:

“Karena saat ini kelihatannya penyakit-penyakit menular dan tidak menular mengalami tren yang meningkat dimana penyakit tersebut sesungguhnya dapat dicegah secara mandiri oleh masyarakat,” kata Adam kepada Media, Jumat, 30 Agustus 2019.

D isisi lain, Zainuddin yang merupakan salah seorang dosen di FKM UPRI sekaligus Presidium Forum Informasi dan Komunikasi LSM Sulsel (FIK-Ornop) mengharapkan agar kiranya penjabaran konsep paper ini tetap mengusung strategi pemberdayaan masyarakat sebagai salah satu pilar utama.

“Supya keberadaan SKM di desa benar-benar mampu memandirikan masyarakt untuk hidup sehat,” terangnya.

“Jika konsep ini dapat direalisasikan, maka akan menjadi inovasi Sulsel yang dapat direplikasikan secara nasional oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan merupakan katalisator pencapaian tujuan program nasional seperti Germas, stunting, dan PIS-PK,” pungkasnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

CPNS 2020 Kembali Dibuka, Sekitar 1300 Peserta Bakal Ikut Seleksi di Makassar

PD Parkir Usulkan ke DPRD Revisi Target Pendapatan Tahun 2020

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar