Ribuan Peserta BPJS Kesehatan Memilih Turun Kelas

Deputi Direksi BPJS Wilayah Sulselbartramal, Donni Hendrawan.

Terkini.id — Dampak dari kenaikan iuran Badan Penyelanggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengakibatkan ribuan peserta memilih turun kelas, dari kelas I turun ke kelas 3.

Berdasarkan data, sebanyak 2,766 peserta BPJS Kesehatan di Makassar memilih turun kelas.

“Sejak per November 2019 hingga Januari 2020, sudah ada 2,766 peserta turun kelas. Ada juga yang naik kelas sebanyak 15 orang. Tapi kita akan terus mendata,” kata Deputi Direksi BPJS Wilayah Sulselbartramal, Donni Hendrawan, dalam konferensi pers di Makassar, Rabu 8 Januari 2020.

Menurut Donni, pihaknya tidak bisa memaksakan kehendak peserta yang ingin menurunkan atau menaikkan kelasnya. Semua peserta BPJS Kesehatan baik kelas 1, 2 dan 3 tetap mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS.

“Kalau terkait pelayannya semuanya sama, hanya yang membedakan ruangan dan fasilitasnya,” ungkapnya.

Mengenai kenaikan iuran BPJS Kesehatan, lanjut Donni, tarif sebelumnya dinilai tidak sesuai lagi dengan pelayanan yang diberikan kepada peserta BPJS Kesehatan.

“Diharapkan rumah sakit juga dapat meningkat pelayanan menjadi lebih baik,” pungkasnya.

Komentar

Rekomendasi

Frame Insight Indonesia Bakal Gelar Diskusi Strategi Branding Digital, Catat Tanggalnya

Jelang Imlek, Danramil Gelar Aksi Bersih-Bersih Vihara

Pengemudi Online Minta Kenaikan Tarif, DPRD Dorong Pemprov Terbitkan Pergub

Lewat Program Setara Digital, MDV Kembangkan Industri Kreatif di Kalangan Disabilitas

6 Startup MDV Wakili Makassar di Kompetisi Nasional Digital Valley

Hamzah Ahmad Ceritakan Pengalamannya Selama Menjabat Dirut PDAM Makassar, Dililit Utang Rp450 Miliar

Pilwali 2020, 2.297 Petugas Bawaslu Makassar Terjamin BPJamsostek

Gelar Rapat Koordinasi, Panitia HBH Ikatek Unhas Matangkan Persiapan EMU 2020

Sudah Diberlakukan 5 Tahun, Perda KTR Masih Butuh Sosialisasi, Ini Alasannya

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar