Riset: Roti Mengandung Kecoa Lebih Kaya Protein dari Roti Daging

Jenis kecoa udang yang bisa dimakan. (bbc)

Terkini.id – Sebuah roti yang mengandung kecoa, sedang dikembangkan oleh para peneliti di Brasil. Proteinnya lebih tinggi.

Produk roti mengandung kecoa ini, dikembangkan peneliti Brasil untuk menjadi solusi mengatasi kekurangan pangan dan masalah ketersediaan protein.

Asupan protein diprediksi akan semakin sulit memenuhi kebutuhan penduduk yang terus bertambah.

Dari foto yang dilansir BBC, roti tersebut terlihat seperti roti pada umumnya. Kandungan kecoa dalam roti tersebut sudah melebur dalam tepung.

Jenis Kecoa Udang

Kecoa yang digunakan bukan kecoa pra umumnya.

Para peneliti di Brasil menggunakan jenis kecoa udang (Nauphoeta cinerea). Spesies ini berasal dari Afrika utara.

Serangga ini banyak dipakai sebagai makanan binatang peliharaan eksotik seperti tarantula hingga kadal.

Disebutkan, kecoa udang berkembang biak dengan mudah dan cepat jika dipelihara dalam ruang tertutup.

Kecoa dipilih untuk diolah menjadi tepung lantaran menjadi sumber protein yang kaya (70% komposisinya atau lebih dari 50% dari yang didapat dari daging merah), serangga telah dikenal selama jutaan tahun – dan tetap mempertahankan sifat genetikanya meskipun telah melewati evolusi.

“Mereka pastinya memiliki sesuatu yang benar-benar baik karena dapat melewati evolusi tanpa bantuan untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan,” terang ahli pangan Andressa Jantzen, dari Federal University of Rio Grande (FURG), Brasil selatan.

Mereka bekerja sama dengan sesama insinyur pangan Lauren Menegon, dan menghasilkan tepung dari kecoa kering, seharga US$51 atau Rp750 ribu per kg. Serangga ini digiling di laboratorium.

Secara komposisi, kandungan serangga dalam tepung tersebut mencapai hingga 10 persen. Sisanya adalah produk gandum biasa. Tetapi ini telah cukup menghasilkan produk yang mengejutkan.

“Tepung kecoa meningkatkan kandungan protein di roti menjadi 133%,” kata Andressa seperti dilansir dari BBC.

Sebagai perbandingan, 100 gram irisan roti tradisional buatan sendiri memiliki 9,7 gram protein. Roti kecoa mengandung 22,6 gram.

“Kami juga mengurangi jumlah lemak di resep sebesar 68%,” tambah Andressa.
Hak atas foto FURG
Image caption Satu kilogram kecoa udang seharga US$51 atau Rp750 ribu.

Menurut Andressa, produk ini tidak memiliki perbedaan signifikan dibandingkan dengan yang dibuat dari gandum 100%.

“Kami melakukan analisis indera di samping tekstur, bau, warna dan rasa. Tidak terdapat perubahan yang berarti. Mungkin sejumlah orang akan merasakan sedikit rasa kacang,” dia menjelaskan.

Dibanding Roti Daging

Profesor gizi, Enio Viera yang merupakan ahli kajian konsumsi serangga oleh manusia mengatakan terdapat banyak binatang lain yang dapat dimakan.

Dia menyebut jangkrik, tawon, semut, kupu-kupu, ulat sutra dan bahkan kalajengking.

“Kita memiliki masalah budaya dalam menerima serangga (sebagai makanan), tetapi sebagian besar serangga dilumatkan dan kita bahkan tidak mengetahuinya,” Viera mengatakan.

Dia juga mengungkapkan, memakan serangga menimbulkan pengaruh yang kecil ke lingkungan dibandingkan sumber makanan tradisional.

“Kita memerlukan 250 m2 tanah untuk menghasilkan 1 kg daging sapi. Sementara jumlah serangga yang sama dapat dimiliki dengan hanya menggunakan 30 m2. Kita juga memerlukan lebih sedikit air: 1.000 liter untuk 1 kg serangga dan 20.000 liter untuk daging sapi,” katanya.

Menurut asosiasi peternak serangga, Brasil memiliki jenis serangga yang dapat dimakan terbanyak di dunia, yakni mencapai 95 spesies. Ini karena iklim tropiknya.

Usulan PBB

PBB memproyeksi, sekitar 9,7 miliar orang akan hidup di bumi pada tahun 2050.

PBB pun mengusulkan pengenalan meluas serangga dalam susunan makanan manusia – serangga kaya protein, berlimpah di alam dan tidak terlalu mahal.

Di beberapa tempat di dunia, seperti Asia Tenggara, serangga memang termasuk dalam bahan makanan. Contohnya adalah belalang.

Berita Terkait
Komentar
Terkini