Masuk

Ritual Songkabala Hingga Annyorong Lopi Tandai Dimulainya Festival Pinisi Bulukumba 2022

Komentar

“Dari laporan Pak Kadis (Daud Kahal), setelah lebaran baru-baru ini yang hanya 8 hari, jumlah kunjungan wisata di Bulukumba mencapai 52 ribu dengan dana yang berputar sekitar Rp32 miliar,” ujarnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel saat ritual Festival Pinisi 2022

Dengan jumlah ini, kata dia maka Bulukumba sukses sebagai kabupaten teratas di Sulsel untuk kunjungan wisata terbesar pariwisata, menyusul urutan kedua adalah Kabupaten Maros dengan jumlah kunjunga sekira 36 ribu orang.

“Bupati Bulukumba luar biasa, punya pengalaman kemaritiman. Pantai Bulukumba sangat indah, pesona alam luar biasa untuk daya tarik wisata,” ujar Prof Jufri.

Baca Juga: Bangun Bandara Wisata Bulukumba, Pemerintah Akan Bebaskan 79.93 Hektar Lahan

“Bulukumba adalah salah satu daerah pemasok pengembangan pariwisata di Sulawesi Selatan,” tambahnya.

Untuk diketahui, kapal yang diluncurkan adalah Pinisi kecil dengan ukuran 20×4 meter dengan kapasitas 30 GT dan memiliki 1 kamar.

Pinisi generasi ke-6 ini dikerjakan selama 22 hari dengan estimasi anggaran Rp 1,2 milyar

Tanam Bibit Kayu Bitti

Baca Juga: Anggota DPR Aliyah Mustika Ilham Serahkan Bantuan Alat Kesehatan ke RSUD Sultan Daeng Radja Bulukumba

Ada yang berbeda dari penyelenggaraan Festival Pinisi tahun 2022 ini. Pada rangkaian Festival Pinisi XII ini dilakukan penanaman bibit kayu Bitti sebagai bahan baku pembuatan kapal Pinisi selama ini.

Penanaman 100 bibit kayu Bitti menjadi simbol dari upaya melestarikan kembali kayu Bitti yang komoditasnya sudah mulai punah di Kabupaten Bulukumba.

Dulu, kayu Bitti menjadi bahan baku utama dalam membuat perahu Pinisi. Namun seiring waktu pohon kayu ini mulai langka, sehingga untuk memenuhi bahan baku kayu untuk pembuatan perahu di Bantilan dipasok dari berbagai daerah di Indonesia, misalnya dari Kalimantan dan Sulawesi Tenggara.

Bahkan beberapa pengrajin (Panrita) Pinisi dari Bulukumba terpaksa membuat perahu Pinisi di daerah-daerah yang memiliki pasokan bahan baku kayu yang banyak.

Baca Juga: Sembilan Petahana Tumbang di Pilkades Serentak Bulukumba, Berikut Daftarnya

“Penanaman bibit kayu Bitti ini diharapkan menjadi simbol dari semangat dalam melestarikan kembali pohon-pohon yang menjadi bahan baku pembuatan perahu,” ungkap Bupati Andi Utta.

Ritual Annyorong Lopi  Tandai Dimulainya Festival Pinisi 2022 pada Rabu 14 September 2022

Senada disampaikan Bupati Bulukumba, Prof Jufri  mengapresiasi langkah gerakan penanaman kembali bibit pohon kayu Bitti di momentum Festival Pinisi.

Menurutnya penanaman Bitti sebagai bahan baku tradisi pembuatan perahu salah satu upaya pengembangan pemberdayaan kepariwisataan yang berkelanjutan.

“Tradisi Annyorong Lopi ini harus dilestarikan, sehingga penanaman bibit kayu Bitti sebagai bahan baku harus juga dilakukan,” imbuhnya.