RM Kampoeng Papua di Makassar Tawarkan Sensasi Santap Sop Kepala Sapi

Kampoeng Papua
RM Kampoeng Papua di Makassar Tawarkan Sensasi Santap Sop Kepala Sapi. (foto: terkini.id)

Terkini.id, Makasar – Rumah Makan (RM) Kampoeng Papua menawarkan pengalaman santap berbeda di Kota Makassar. Pasalnya, selain sebagai pendatang baru, Kampoeng Papua siap meramaikan jajanan kuliner dan merebut hati pelanggan.

Kampoeng Papua menyiapkan menu andalan khas papua bernama Sop Kepala Sapi. Hal tersebut dipertegas dengan racikan bumbu dan rempah-rempah alami ditambah dengan dagingnya yang empuk.

“Sekali coba, anda pasti datang kembali ke tempat ini,” kata Owner RM Kampoeng Papua, Maxsi Totok Kurniawan kepada terkini.id, Kamis, 16 Mei 2019.

Adapun lokasi RM Kampoeng Papua terletak di Jalan Sungai Saddang, Makassar, sebelah kanan sebelum SPBU Sungai Saddang.

Dalam risetnya, ia menyebut Kota Makassar memiliki banyak kuliner khas. Namun, sepanjang pengamatannya dia belum menemukan makanan khas Papua berdiri di Makassar.

Berdasarkan kondisi tersebut, ia berinisiatif mendirikan rumah makan bernama Kampoeng Papua.

“Selain memasak Sop Kepala Sapi, juga ada Mie Goreng khas Papua, Nasi Goreng khas Papua, Ayam Bakar khas Papua, juga Sop Ayam Papua dan semuanya menggunakan bahan yang sama, ayam kampung,” paparnya.

Ketika ditanya mengenai hal yang menjadi nilai tawar mengapa pelanggan mesti datang ke Kampoeng Papua, Maxsi menyebut Kampoeng Papuanya menawarkan rasa sebagai pembeda dengan kuliner lain.

“Karena makanan khas Papua itu lebih simpel, simpel dalam artian tidak terlalu berat, bumbunya ringan,” ujarnya.

RM Kampoeng Papua sajikan makanan higienis

Rumah Makan Kampoeng Papua di Makassar. (foto: terkini.id)

Maxsi berharap mudah-mudahan RM Kampoeng Papua bisa diterima oleh masyarakat di Kota Makassar. Hal tersebut, kata dia, sesuai dengan karakter orang Makassar yang tak ribet dan terlalu ambil pusing segala hal.

“Saya prioritaskan dalam penyajian itu lebih bersih, rapi, dan higienis mulai dari dapur sampai di luar,” katanya.

Sebagai contoh, dia mengatakan membuat Mie Goreng Papua menggunakan ayam kampung.

“Ayam kampung kan mahal, tapi harga murah, Rp 20 ribuan kan murah,” paparnya.

Dia pun menegaskan bahwa niat awal mendirikan rumah makan bukan mencari untung, melainkan menawarkan menu yang tak mahal namun rasanya lezat.

“Intinya rasa Papuanya ada,” tutupnya.

Komentar
Terkini