Pilpres 2019

Romy Sebut Prabowo-Sandi Adopsi Strategi Politik Donald Trump, Gencar Lakukan Propaganda

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy. /Nasruddin

Terkini.id — Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy menyebut, pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno (Prabowo-Sandi) dinilai mengadopsi strategi politik Presiden Amerika Donald Trump.

Strategis Donald Trump yang saat ini dilakukan oleh Prabowo-Sandi dalam melakukan sosialisasi ke masyarakat. Romy sapaan akrab Romahurmuziy menyebut, ada dua strategi utama diterapkan di Pemilihan Presiden (Pilpres) kali ini. Yang pertama menakut.

“Misalnya, Indonesia akan bubar 2030, itukan menakut-nakuti masyarakat,” kata Romy di Makassar, Kamis 8 November 2018.

Lanjut Romy, strategis kedua yaitu, melakukan propaganda dengan menyebar kebohongan ke publik, seperti halnya kasus Neno Warisma yang mengaku mobilnya dibakar, padahal mobilnya terbakar dikarenakan korsleting dan kasus Ratna Sarumpaet yang mengaku dikeroyok, padahal faktanya Ratna telah melakukan operasi plastik.

“Katanya Indonesia akan bubar ketika dollar tembus Rp15 ribu, Setiap kunjungi pasar bilangnya harga naik bilangnya harga-harga pada naik, tempe semakin menipis setipis kartu ATM.

Padahal dua bulan terakhir terjadi deflasi, harga bahan pokok menurun. Katakan ayam turun 3 ribu rupia, tomat dari 6 ribu turun menjadi 5 ribu. Itulah propaganda yang menipu. Strategis itulah yang diterapkan oleh Donald Trump,” pungkasnya.