Rp 4,1 Triliun APBN untuk Bantu Mahasiswa Kurang Mampu, yang Belum Dapat Lapor ke Sini

Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah mengungkapkan konsep kepemimpinan di hadapan mahasiswa baru Universitas Islam Makassar (UIM). Pada kuliah umum, Senin 16 September 2019.

Terkini.id, Jakarta – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengalokasikan sedikitnya Rp 4,1 triliun anggaran APBN Tahun 2020 untuk program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dengan berbagai skema.

Untuk bisa memastikan anggaran itu tersalurkan ke orang yang tepat, Staf Khusus Presiden RI Aminuddin Ma’ruf memprakarsai program #temanKIP.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Nizam menyambut baik inisiasi program #temanKIP yang diprakarsai oleh Staf Khusus Presiden RI Aminuddin Ma’ruf.

Hal itu disampaikan Nizam saat konferensi pers peluncuran #temanKIP di Auditorium Gedung D Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada Senin 3 Agustus 2020 lalu.

Pada kesempatan tersebut, Nizam mengapresiasi upaya melalui program #temanKIP untuk memastikan manfaat Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) dapat tepat sasaran bagi mahasiswa yang berhak menerima.

Menarik untuk Anda:

“Apresiasi tinggi untuk Mas Amin yang telah menginisiasi #temanKIP suatu program sosial dan kerelawanan untuk memastikan manfaat KIP-K tepat sasaran,” ujar Nizam.

Lebih lanjut Nizam menjelaskan bahwa saat ini pemerintah melalui Kementerian pendidikan dan Kebudayaan mengalokasikan 4,1 triliun rupiah dari APBN Tahun 2020 untuk KIP Kuliah dengan berbagai skema.

Skema pertama sebesar 1 triliun rupiah dialokasikan untuk bantuan UKT/uang kuliah mahasiswa. Skema ini ditargetkan menyasar 419.000 mahasiswa dengan perluasan penerima manfaat tidak hanya mahasiswa PTN namun juga menyasar mahasiswa PTS.

Skema kedua, sebesar 1,3 triliun rupiah dialokasikan untuk beasiswa KIP-K Tahun 2020 reguler mahasiswa baru semester I tahun 2020. Skema dua ini ditargetkan menyasar 200.000 mahasiswa.

Terakhir skema tiga sebesar 1,8 triliun rupiah dialokasikan untuk beasiswa Bidikmisi on going dan afirmasi perguruan tinggi. Skema tiga ini menyasar 267.000 mahasiswa.

Pada akhir sambutannya, Nizam mendorong dan mengajak masyarakat untuk saling peduli, bergotong royong untuk memastikan tidak ada mahasiswa yang tidak bisa melanjutkan kuliahnya karena ketiadaan biaya.

Nizam berharap dengan adanya program KIP Kuliah, mahasiswa dapat melanjutkan perkuliahan dan tidak ada mahasiswa yang putus kuliah karena ketiadaan biaya kuliah.

Skema Program #temanKIP

Pada kesempatan yang sama, Staf Khusus Presiden Aminuddin Ma’ruf menjelaskan bahwa #temanKIP merupakan program kerja sosial bersifat kerelawanan untuk memastikan manfaat KIP Kuliah sampai kepada mahasiswa yang berhak. Hal ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam afirmasi perluasan akses pendidikan tinggi untuk masyarakat Indonesia.

Terkait teknis pelaksanaan #temanKIP, Aminuddin Ma’ruf menyampaikan bahwa #temanKIP akan mendelegasikan koordinator di setiap kampus dan wilayah dari unsur mahasiswa untuk membantu memberikan informasi, pendampingan dan pengaduan terkait KIP-Kuliah.

“Kami juga akan bersinergi dengan Rektorat setiap perguruan tinggi penyelenggara KIP Kuliah,” pungkas Aminuddin.

Pada kesempatan tersebut hadir juga pejabat teras dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan maupun Kementerian Agama antara lain Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto, plt. Sekretaris Jenderal Kemenag Nizar Ali, Sekretaris Ditjen Pendidikan Tinggi Paristiyanti Nurwardani, Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Kemdikbud Abdul Kahar dan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag M. Arskal Salim.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Tiga Remaja Terciduk Warga Hendak Threesome di Kandang Ayam

KAMI Jateng: Kalau Rezim Sekarang Dinilai Baik, Mereka yang Setuju Buta dan Tuli

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar