Jadilah bagian dari Kolomnis makassarterkini
Kirimkan tulisan Anda seputar opini, gagasan, sudut pandang, dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Dapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari Kolomnis makassarterkini.

Ruangan Bergoyang karena Gempa, Prof Idrus Tetap Lanjutkan Operasi

Hisbullah Amin
Hisbullah Amin
facebook.com/ishaq rahman

AHAD malam (5 Agustus 2018), terjadi gempa di Lombok Utara. Senin siang kami harus berangkat ke sana. Koordinasi sana sini, persiapan alkes, membawa pakaian secukupnya.

Akhirnya kami jadi berangkat meskipun kepastian dapat tiket sekitar pukul 10.00 WITA pagi. Kami diberangkatkan oleh tim Ikabi, PSC 119 Makassar dr Nuralim, PSC Pinrang, Palopo, Sulbar dan Sinjai.

Di bandara, ketemu Prof Idrus Paturusi (Mantan Rektor Universitas Hasanuddin). Hati kami mulai tenang. Kami selalu berpikir jika ada beliau Insya Allah urusan beres.

Ternyata di bandara ketemu dengan beberapa tim relawan dari RS Wahidin, Dompet Duafa, PSC Pinrang, Palopo, Sulbar dan Sinjai.

Rombongan gabungan total berjumlah 21 orang, mendarat di Bandara Lombok sekitar jam 17.00 WITA.

Kami langsung menuju RSUD Propinsi NTB, lalu ketemu dengan direktur RS.

Di sini saya melihat dan mendapat pelajaran berharga dari Prof Idrus Paturusi. Beliau langsung meninjau lokasi.

Setelah keliling lihat ruang perawatan, dipimpin Prof Idrus, kami masuk kamar operasi bedah sentral. Kami lihat seluruh ruangan sepi. Rupanya sering ada gempa susulan sehingga kegiatan di sini dihentikan dan dialihkan ke kamar operasi emergensi.

Baca :Korban Tewas Gempa NTB Capai 347 Orang, Netizen Usul Hari Berkabung Nasional

Setelah keliling lihat semua kamar operasi beliau, berkata -sedikit memerintah: “Kita harus segera operasi di sini. Saya yakin ini OK aman. Bangunan ini kuat hanya retak-retak.”

Sambil jalan kami briefing: “kita harus kasi contoh. Kalau kita berani operasi, pasti semua ikut. Beri keyakinan bahwa gedung ini bisa dipakai operasi, tidak usah operasi di luar. Tidak usah takut, ayo kita mulai,” demikian beliau bicara sambil jalan menuju ruang pertemuan.

Di sela-sela briefing tengah malam sambil berdiri, beliau koordinasi. Beliau telepon-teleponan dengan Kapuskes TNI, Kapuskesad TNI dan Karumkit RSPAD Gatot Subroto.

Luar biasa, beliau dengan santai bisa bicara dengan tigaa mayor jenderal sampai subuh.
Alhamdulillah, seluruh kebutuhan tim untuk operasi diangkut pake pesawat hercules dari Jakarta.

Beliau juga tidak henti-hentinya menelepon dengan beberapa pusat pendidikan di Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Bali dan lain-lain.

Inilah karena beliau banyak teman-teman, hingga mudah komunikasi. Akhirnya, banyak tim dan alat yang berdatangan.

Pagi-pagi, kami bangun melaksanakan rapat darurat bersama direktur RS, komite medic, Kapuskes, Kapuskesad dan seluruh tim relawan yang hadir karena rencana semalam buyar semua akibat ada gempa susulan.
Sehingga, pasien panik dan semua berhamburan lari ke halaman rumah sakit.

Baca :Masjid Kuno Bayan, Masjid yang Tetap Kokoh Meski Digoyang Gempa 7 SR

Di sini, saya untuk kesekian kalinya melihat kepiawaian Prof Idrus memimpin rapat, cepat, tepat dan tanggap.

Pagi-pagi, kami sudah bisa operasi meskipun operasi sambil goyang-goyang karena gempa susulan yang terus seakan tiada henti.

Yang perlu saya share adalah bahwa beliau ini bukan cuma jago memimpin rapat dan koordinasi tapi yg luar biasa, beliau masih mampu operasi seperti waktu beliau masih muda.

Operasi Sambil Gempa

Guru besar bedah itu terjun langsung memimpin operasi. Beliau senyum-senyum saja.

Menariknya, sambil mengoperasi pasien, meja operasi bergoyang dan berayun digoyang gempa. Beliau cuma berujar: “Tenang mako, biasa ji ini. Pokoknya kalau ada gempa susulan, kita di sini aja, tidak usah lari”.

Senang mendampingi beliau sebagai dokter anestesi. Motivasi yang luar biasa. Yah saya menjadi saksi sang Professor bencana kembali beraksi.

BANTU VIRALKAN !!!!

Dikirim oleh Hisbullah Amin pada Senin, 06 Agustus 2018

 

Hisbullah Amin adalah Dokter Anestesi, Sekretaris Program Studi Anestesi dan Perawatan Intensif di Bagian Anestesiologi Universitas Hasanuddin. Saat ini Hisbullah Amin menjad relawan tim dokter Unhas saat bencana NTB Agustus 2018.

Tulisan ini adalah kiriman dari kolumnis makasar terkini, isi dari tulisan ini adalah tanggungjawab penulis yang tertera, tidak menjadi bagian dan tanggungjawab redaksi makassar.terkini.id
Editor : Hasbi Zainuddin