RUU Cipta Kerja Disahkan, Nama Puan Maharani dan Tagar DPR Penghianat Jadi Trending Topic

Terkini.id, Jakarta – RUU Cipta Kerja telah resmi disahkan lewat Rapat Paripurna DPR RI pada Senin, 5 Oktober 2020. Dalam momen tersebut, peristiwa saat Puan Maharani mematikan mikrofon Fraksi Demokrat mendadak menjadi perbincangan publik.

Bahkan, nama politisi PDIP itu sontak jadi trending topic di Twitter pada Selasa 6 Oktober 2020, bersamaan dengan tagar ‘DPR Penghianat’.

Aksi Puan Maharani mematikan mikrofon saat Fraksi Demokrat menyampaikan pandangannya terkait RUU Cipta Kerja tersebut tertangkap kamera.

Baca Juga: Soal Kebijakan Mudik, Puan: Masyarakat Masih Banyak yang Bertanya-tanya

Video yang memperlihatkan aksinya itu juga viral di media sosial dan sejumlah grup aplikasi perpesanan WhatsApp.

Dalam video berdurasi 7 detik tersebut, awalnya terdengar Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Irwan menyampaikan pandangan dan kritiknya mengenai RUU Omnibus Law Cipta Kerja.

Baca Juga: Puan Sebut Bom Makassar Tanda Teroris Masih Ada, Warganet: Omongannya...

Beberapa saat kemudian, Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Aziz Syamsuddin, yang saat itu sebagai pimpinan sidang terlihat berdiskusi dengan Ketua DPR, Puan Maharani, yang duduk di sebelahnya.

Tak berselang lama, Puan Maharani terlihat menekan tombol mematikan mikrofon di hadapannya.

Alhasil, suara Irwan pun langsung tak terdengar di ruang paripurna tersebut.

Baca Juga: Tanggapi Isu Puan-Moeldoko Maju 2024, Demokrat: Mau Dibegal Juga?

“Menghilangkan hak-hak rakyat kecil. Kalau kawan mau dihargai, tolong hargai,” teriak Irwan yang tiba-tiba suaranya tak terdengar lagi karena mikrofon ruangan dimatikan Puan Maharani.

Sebelumnya, RUU Cipta Kerja resmi disahkan menjadi Undang-undang (UU) setelah disetujui oleh tujuh fraksi di DPR RI yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Amanat Nasional dan Partai Persatuan Pembangunan menyetujui RUU tersebut disahkan menjadi UU.

Adapun dua fraksi yang menolak RUU Cipta Kerja tersebut yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat.

Sponsored by adnow
Bagikan