Saat Tiki-taka Bertekuk Lutut di Hadapan Strategi Parkir Truk Rusia

Gol Pinaltib Zyuba/ fifa
Gol Pinaltib Zyuba/ fifa

Terkini.id – Spanyol memang mumpuni dalam operan-operan pendek satu dua. Dengan gelandang berkelas, proses itu seakan berlangsung di bawah sadar. Kaki mereka ibarat bermata, tahu betul ke mana bola akan bergulir. Tiki-taka, begitulah kemudian dunia mengenalnya.

Pada piala dunia di Jerman tahun 2010, permainan ini membuahkan hasil. Spanyol keluar sebagai kampiun.

Sejatinya, permainan ala tiki taka ini bukan tidak meninggalkan cela.

Pertama, jika tidak memiliki striker berkelas, maka tiki-taka ala Spanyol, hanya akan menjadi penguasa ball position, tetapi kesulitan mencetak bola. Terlihat bermain cantik tapi minim gol.

Saat juara di Jerman itu, hal ini sudah keliatan. Spanyol juara dunia yang paling minim gol. Orang saat itu mengatakan spanyol nyaris mirip Barca. Sayangnya, kehilangan sosok Messi.

Kedua, walau mumpuni di lapangan tengah, tetapi karena Spanyol tak memiliki striker mematikan, maka tiki-taka di kaki Spanyol mati kutu di hadapan tim yang bermain bertahan.

Parkir Truk

Itulah yang kita saksikan saat menghadapi Rusia di piala dunia tahun ini. Strategi bertahan Rusia, yang bukan sekadar parkir bus, tapi sudah parkir truk. Membuat frustrasi para pemain spanyol.

Mereka hanya menguasai bola. Mengumpan dari kaki ke kaki, tetapi tidak mampu mendobrak pertahanan Rusia yang solid.

Iniesta dan Isco bisa saja menawan dalam umpan satu dua mereka, tapi apa artinya jika tidak berujung pada gol.

Ketiga, gaya bermain Spanyol ini rentan dengan serangan balik. Apalagi bek Spanyol yg dikenal garang di club masing masing yaitu Ramos dan Pique, terlihat kurang bertenaga di piala dunia ini. Selalu kalah cepat dari striker-striker lawan.

Cekalanya….Eh… maksudnya celakanya, kiper spanyol De Gea itu yang biasanya juga tampil hebat, di piala dunia ini mudah sekali kebobolan.

Ia terlihat seperti kiper kurang berpengalaman yang demam panggung. Sepakan Ronaldo saja yang tepat mengarah ke pelukannya malah lepas dari genggaman.

Padahal, tendangan seperti itu biasanya mudah diantisipasi oleh seorang kiper.

Alhasil, Spanyol pun pulang kampung menyusul Argentina dan Portugal. Menyesakkan, tetapi itulah piala dunia bung. Ini bukan pertandingan La Liga atau Premier League. Kalah…ya… Sudah kalian akan tersingkir dan tunggullah 4 tahun lagi.

Berita Terkait
Komentar
Terkini