Masuk

Sadis! Demi Selundupkan Narkoba, Pelaku Belah Perut Bayi Lalu Buang Jasadnya ke Tempat Sampah

Komentar

Terkini.id, Internasional – Dunia memang kejam dan ada banyak orang yang tega melakukan hal keji dan sadis demi melancarkan aksi kriminal mereka.

Sayangnya, meskipun telah dikurung dalam jeruji besi, tetap saja ada beberapa yang menemukan cara untuk tetap melakukan kriminalitas, misalnya saja terkait penyelundupan obat-obat terlarang.

Ya, memasukkan seorang kriminal ke dalam penjara kadang kala tidak berarti menghentikan seluruh kejahatan yang pernah mereka lakukan.

Hal itu termasuk aktivitas untuk menyelundupkan obat-obatan terlarang ke dalam penjara.

Namun, yang tak disangka, yaitu penyelundupan tersebut menggunakan tubuh bayi, di mana bagian tubuhnya dibedah (perutnya dibelah) untuk menyimpan narkoba.

Bagian yang lebih mengejutkan, jenazah bayi tersebut kemudian ditemukan di dalam tempat sampah di penjara San Miguel di negara bagian Puebla, Meksiko.

Dilansir dari Suara, jaringan terkini.id, pada Jumat, 21 Januari 2022, jenazah bayi itu ditemukan oleh seorang narapidana ketika mencari botol plastik di dalam tempat sampah sekitar sepekan yang lalu.

Laporan awal menyebut bahwa bayi tersebut berusia tiga bulan ketika meninggal dunia, walau Pemerintah kemudian mengklaim usia sebenarnya adalah baru enam hari.

Hingga kini, identitas bayi maupun keluarganya sampai belum diketahui. Meski muncul dugaan bahwa bayi itu digunakan untuk penyelundupan narkoba, Pemerintah negara bagian menyatakan masih akan menyelidiki kejadian tersebut lebih lanjut.

Dilansir terkini.id dari VICE News via Suara pada Jumat, 21 Januari 2022, berita ini semula tidak tercium publik hingga organisasi nirlaba Reinserta mulai menginvestigasinya.

Penyelidikan mereka yang melibatkan keluarga para tahanan-lah yang akhirnya membuka kasus penggunaan bayi-bayi tak berdosa untuk penyelundupan narkoba.

“(Reinserta) sangat mengutuk pemerintah negara bagian atas tindakan keji ini,” ujar Reinserta.

“Pihak berwenang benar-benar kewalahan dan terlibat dalam tindakan korupsi yang terjadi di dalam penjara.”

Kelompok Reinserta ini juga sempat menuding bahwa penjara San Miguel sudah diambil alih oleh narapidana yang dengan tenang bisa memproduksi narkoba dari dalam penjara. Mereka juga bisa menggelar pertarungan ilegal dengan mempertaruhkan uang.

Saskia Niño de Rivera, salah satu pendiri Reinserta, menegaskan bahwa Pemerintah Meksiko harus bertanggung jawab atas kematian tak masuk akal bayi tersebut.

“(Bekas bedah di perut bayi) mengindikasikan untuk membawa narkoba masuk ke dalam penjara,” ungkapnya.

“Jadi, bagaimana bisa otoritas tidak menyadari seseorang di bawah umur masuk ke dalam penjara lalu tidak pernah keluar lagi?”

Gubernur Puebla, Miguel Barbosa, lantas menegaskan bahwa jaksa tinggi wilayah akan menyelidiki kasus insiden tersebut.

“Ini masalah yang sangat serius. Ada banyak pihak yang akan terlibat di investigasi ini dan kita akan memublikasikannya setelah semua terungkap,” tegas Barbosa.