Sadis! Hanya Gegara Air, Pria di Riau Layangkan Kapak ke Perut Bayi Tetangga hingga Tewas

Terkini.id, Jakarta – Peristiwa sadis nan menggemparkan dilakukan seorang pria di Riau baru-baru ini dan menjadi pembicaraan hangat publik.

Bagaimana tidak? Hanya gara-gara persoalan air, ia dengan tega melayangkan kapak ke perut bayi tetangga yang masih berusia tujuh bulan hingga tewas.

Ia adalah Yasatulo, seorang warga Desa Rantau Benuang, Kecamatan Kepenuhan, Rokan Hulu (Rohul), Riau.

Aksi biadab itu Yasatulo lakukan sebanyak dua kali pada Rabu lalu, 15 September 2021, hingga sang bayi meninggal dunia.

Pelaku kesetanan dan gelap mata gara-gara ibu bayi tersebut meminta air minum ke rumah Yasatulo.

Usut punya usut, orang tua korban meminta air minum ke rumah Yasatulo karena air di rumah mereka masih panas.

Kapolres Rohul, AKBP Eko Wimpiyanto, menceritakan saat ibu korban datang ke rumah pelaku dan Yasatulo bertanya, apakah tidak ada air di rumahnya.

Tak lama berselang, tersangka lantas datang menjumpai ayah korban, Nodieli, dan bertanya hal serupa.

“Nodieli saat itu berada di halaman rumah dan tersangka bertanya kepadanya, apakah tidak ada air di rumah kalian? Kemudian Nodieli menjawab air di rumahnya masih panas,” cerita Kapolres AKBP Eko Wimpiyanto, dikutip terkini.id pada Jumat, 17 September 2021.

Merasa tidak terima dengan jawaban Nodieli, pelaku kemudian mengambil sebilah kapak yang ada di sepeda motor Nodieli.

Pelaku lalu mengayunkan kapak tersebut ke arah Nodieli, tetapi ia berhasil berlari ke belakang rumah.

“Tersangka mengayunkan kapak ke pintu rumah Nodieli sebanyak dua kali. Setelah pintu terbuka, tersangka mengejar istri Nodieli di dalam rumah. Namun, istrinya (juga) melarikan diri ke belakang rumah.”

Polisi menambahkan, pelaku kemudian mengambil anak Nodieli yang masih berumur tujuh bulan dan saat itu sedang tidur di ayunan rumah.

“Masyarakat berusaha mengambil anak tersebut dari tangan pelaku dan tidak berhasil, pelaku kemudian menidurkan korban di tanah dan mengayunkan kapak ke bagian perut korban sebanyak dua kali,” tandas AKBP Eko.

Usai kejadian, pelaku sempat melarikan diri ke belakang barak. Namun, tidak berapa lama kemudian, anggota Polsek Kepenuhan bersama warga berhasil mengamankan pelaku.

Tersangka selanjutnya diamankan ke Mapolsek Kepenuhan untuk dimintai keterangan.

Bagikan