Sadis, Pria Ini Bunuh Tetangganya karena Ditanya Kapan Nikah

Pelaku pembunuhan akibat tetangga karena ditanya kapan nikah. (Radar Tasikmalaya)

Terkini.id, Garut – Kebiasaan sering bertanya kapan nikah kepada orang yang masih jomblo akhirnya berujung maut. Peristiwa ini terjadi di Kampung Pasir Jonge Desa Sukawangi Kecamatan Singajaya Kabupaten Garut. Pemuda bunuh tetangga sendiri.

Seorang pemuda berinisial FN, 28, tega membunuh tetangga sendiri Iis Aisyah, 32. Itu karena FN tersinggung selalu ditanyai kapan nikah oleh Iis.

Seperti dilansir Radar Tasikmalaya, FN sempat sempat melarikan diri selama enam hari. Sebelum akhirnya diringkus oleh Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Garut di tempat persembunyiannya di Kalideres, Jakarta Barat, Sabtu 27 Januari lalu.

Menurut Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna, pembunuhan terhadap Iis Aisyah, terjadi pada Jumat 19 Januari.

FN sendiri mengaku sakit hati karena korban yang tetangga FN menyindirnya saat melintas di depan rumahnya.

Baca juga:

“Geura kawin, era ku batur, batur mah geus boga budak, ai maneh teu kawin-kawin (cepat nikah, malu sama teman. Teman lain sudah punya anak, kamu belum juga nikah),” kata Budi menirukan perkataan Iis Aisyah, korban kepada FN Senin 29 Januari lalu.

Mendengar ungkapan itu, pelaku merasa sakit hati. Niat untuk membunuh korban pun muncul. Pelaku kemudian melancarkan aksi dengan berpura-pura bertamu ke rumah korban.

Cekik Korban

Setelah dipersilakan masuk oleh korban, pelaku langsung masuk ke dalam kamar dan mendorong korban hingga tersungkur ke ranjang.

“Pelaku mencekik korban sekuat tenaga. Kemudian menggigit jari korban karena melawan saat sedang dicekik,” paparnya.

Tak puas, lanjutnya, pelaku kemudian menginjak leher korban hingga tewas, lalu kemudian mengambil uang Rp 800 ribu. Pelaku juga mengambil satu unit telepon genggam milik korban.

“Saat itu juga pelaku langsung melarikan diri ke Jakarta untuk menghindari petugas,” terangnya.

Atas kejahatan tersebut, FN dijerat Pasal 340 KUHP Juncto Pasal 338 KUHP dan Pasal 365 KUHP ayat 1, 2 dan ayat 3 dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup.

Komentar

Rekomendasi

Pasien Positif Corona di Indonesia Bertambah 687, Terbanyak dari Jawa Timur

Gugus Tugas Nasional Kirim Dua Mobile Combat COVID-19 di Jatim

TNI dan Polri Dapat Tugas Disiplinkan Masyarakat Hadapi Corona

Masih Pandemi Covid-19, Gubernur Irwan: Sudah Masuk, Tidak Boleh Keluar

Vaksin COVID-19 Belum Ditemukan, Ini Permintaan Pemerintah ke Masyarakat

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar