Makassar Terkini
Masuk

Sah, Ini Dia Ketua KPK yang Baru dan Wakilnya

Terkini.id, Jakarta – DPR secara resmi memilih Firli Bahuri sebagai Ketua KPK. Sementara itu, Tsani Annafari menyatakan mundur dari posisinya.

Selain Firli, DPR juga memilih empat Wakil Ketua KPK yaitu Lili Pintauli Siregar, Nawawi Pomolango, Nurul Ghufron dan Alexander Marwata.

Ada lima nama calon pimpinan KPK yang telah ditentukan Komisi III DPR setelah melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).

Penentuan tersebut dilakukan melalui mekanisme pemungutan suara atau voting.

Setelah voting dilakukan, para anggota Komisi III itu memasukkan kertas suara ke kotak yang sudah disediakan di tengah rapat. Lalu, proses penghitungan pun dimulai.

Berikut Ketua KPK dan di Komisi III DPR:

– Alexander Marwata 53 suara
– Firli Bahuri 56 suara
– Johanis Tanak 0 suara
– Luthfi Jayadi Kurniawan 7 suara
– Roby Arya Brata 0 suara
– Lili Pintauli Siregar 44 suara
– Nurul Ghufron 51 suara
– Sigit Danang Joyo 19 suara
– Nawawi Pomolango 50 suara
– I Nyoman Wara 0 suara

“Dengan ini, terjaring lima, Nawawi, Lili Pintauli, Nurul Ghufron, Alexander Marwata, dan Firli Bahuri,” ujar Ketua Komisi III DPR yang memimpin rapat, Azis Syamsuddin, Jumat 13 September 2019.

Sebelumnya, Azis mengabsen ada 56 anggota Komisi III DPR yang hadir. Mereka memilih dengan cara melingkari 5 dari daftar 10 nama yang tertulis di kertas yang dibagikan pimpinan rapat.

Para capim KPK yang dipilih DPR ini nantinya akan dibawa ke paripurna DPR. Setelah itu, DPR akan menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melantik pimpinan KPK periode 2019-2023.

Proses seleksi capim KPK ini diwarnai kritik sejak Jokowi menentukan panitia seleksi (pansel) capim KPK pada Juli 2019. Setelah itu, pansel capim KPK memproses para kandidat melalui berbagai tes.

Namun protes bermunculan dari aktivis antikorupsi lantaran menganggap pansel meloloskan capim KPK yang bermasalah.

KPK sendiri pada detik-detik akhir sempat mengirimkan surat berisi rekam jejak capim KPK ke Komisi III DPR.

Firli Jadi Ketua

Firli yang dipilih sebagai ketua, membuat banyak protes. Bahkan, atas protes tersebut Tsani mundur dari posisinya.

“Iya. Insyaallah saya mundur sesuai janji saya. Draf surat pengunduran diri sudah saya buat sejak kemarin siang,” kata Tsani, Jumat 13 September 2019 seperti dilansir dari detikcom.

Tsani mengaku pengunduran dirinya akan membuat label bermasalah menempel pada pimpinan KPK periode 2019-2023. Dia mengatakan sudah menyampaikan secara lisan soal surat pengunduran dirinya itu ke Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dan rekan-rekan di KPK lainnya.

“Saya sudah siap mundur. Surat sudah dibuat dan label bermasalah itu akan menempel pada pimpinan periode ini dengan pengunduran diri saya,” ujarnya.

Rencana pengunduran Tsani ini telah disampaikan sejak proses seleksi capim. Dia mengatakan akan mundur jika orang yang dinilainya telah terbukti melanggar etik terpilih sebagai pimpinan KPK.

Sebelumnya, KPK menyatakan Firli yang merupakan mantan Deputi Penindakan diduga melakukan pelanggaran kode etik berat.

Penasihat KPK Tsani Annafari membeberkan rangkaian pertemuan yang membuat Firli dinyatakan melakukan pelanggaran etik berat.

Tsani awalnya menjelaskan pemeriksaan dugaan pelanggaran etik ini dilakukan setelah ada pengaduan masyarakat pada 18 September 2018. Dalam pemeriksaan, ditemukan fakta kalau Firli melakukan sejumlah pertemuan, termasuk dengan TGB.

Setidaknya ada tiga pertemuan antara Firli dengan TGB. Padahal saat itu, KPK sedang melakukan penyelidikan terkait dugaan tindak pidana korupsi terkait kepemilikan saham pemerintah daerah dalam PT Newmont 2009-2016. Tsani juga menyebut Firli bertemu dengan Bahrullah Akbar yang merupakan saksi di KPK hingga salah satu petinggi Parpol.

“Pertemuan-pertemuan tersebut tidak ada hubungannya dengan tugas F sebagai Deputi Penindakan KPK. Sebagai Deputi Penindakan KPK F juga tidak pernah minta izin melakukan pertemuan dengan pihak yang terkait perkara ataupun pihak yang memiliki risiko independensi dan tidak melaporkan seluruh pertemuan-pertemuan tersebut ke pimpinan KPK,” tutur Tsani.

Firli pun sudah menyampaikan klarifikasi soal dugaan pelanggaran etik itu dalam uji kelayakan Capim KPK di Komisi III DPR. Buka-bukaan Firli ini diawali dengan pertanyaan dari Anggota DPR dari Fraksi PDIP, Arteria Dahlan. Dia menyebut Firli merupakan calon yang menjadi perhatian publik salah satunya terkait pertemuan Firli dengan mantan Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB).

Arteria turut menanyakan apa saja konteks pembicaraan yang dilakukan Firli dengan TGB sehingga diduga melakukan pelanggaran etik. Selain itu, Firli ditanya juga soal pernah tidaknya diperiksa secara etik di KPK.

Menjawab pertanyaan itu, Firli menegaskan dirinya tidak pernah membicarakan perkara apa pun dengan TGB. Dia juga menyebut pertemuan dengan TGB di lapangan tenis merupakan kebetulan.

“Tidak ada pembicaraan apa pun,” ujar Firli.

Meski demikian, Firli tidak membantah bila KPK sempat melakukan ekspos perkara terkait divestasi Newmont. Firli mengatakan dirinya turut hadir dalam ekspos tersebut dan mempersilakan pimpinan KPK utnuk mengambil keputusan. Firli juga mengatakan keputusan dalam ekspos itu adalah meminta audit ke BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan). Namun, BPKP disebut Firli menyarankan agar audit dimintakan ke BPK (Badan Pemeriksa Keuangan).

Dia kemudian mempertanyakan apa salahnya bertemu dengan TGB di lapangan tenis. Firli mengatakan dirinya diundang oleh Danrem 162/Wira Bhakti untuk bermain tenis. Dia pun menegaskan tidak membuat janji bertemu dengan TGB.

Kapolda Sumatera Selatan ini menegaskan persoalan pertemuan dengan TGB ini sudah diklarifikasi langsung lima pimpinan KPK. Dia menyebut saat itu tidak ada satu pun pimpinan KPK yang menyatakan dirinya melakukan pelanggaran, namun dia mengaku kalau diperingatkan oleh Pimpinan KPK.

“Ada dari 5 pimpinan bicara Pak Saut ada, Ibu Basaria, Pak Laode, Pak Alex, Pak Agus juga. Saya sendiri menghadapi 5 pimpinan tidak ada satu pun pimpinan mengatakan saya melanggar. Saya diperingatkan, iya,” ujar Firli.

Tak cuma pertemuan dengan TGB, Firli juga buka-bukaan soal pertemuan dirinya dengan salah satu ketua umum partai politik. Firli juga menyatakan pertemuan itu tak disengaja. Berikutnya, Firli juga mengungkap pertemuannya dengan Wakil Ketua BPK Bahrullah Akbar. Firli menceritakan pertemuan itu terjadi di gedung KPK saat Bahrullah dipanggil penyidik KPK.