Masuk

Saham Facebook Anjlok, Netizen: Kurang Pas Untuk Anak Muda

Komentar

Terkini. id, Jakarta – Berbagai platform media sosial yang beredar di tengah masyarakat digital ini membuat salah satunya mengalami penurunan. Facebook, dalam laporan yang dikutip dari laman Tempo pada Kamis, 3 Februari 2022 mengalami penurunan pengguna harian secara global pada kuartal pertama. 

Disebutkan juga bahwa pada waktu bersamaan pertumbuhan iklan terbilang lebih rendah dari perkiraan. Hal ini membuat saham Mark Zuckerberg anjlok sekitar 20 persen.

Untuk memperbaikinya, Mark melakukan perubahan strategi bisnis Metaverse namun sayangnya tetap tidak memperbaiki masalah utama, yakni pertumbuhan pengguna yang lambat dan iklan yang rendah.

Baca Juga: Kalahkan TikTok dan FB, Ini Dia Layanan Internet Terpopuler 2022 Versi Cloudflare

Penurunan tersebut berimbas pada penurunan harga saham besar-besaran yang langsung menghapus sekitar US$ 200 miliar nilai pasar. 

Hal ini menunjukkan bahwa rebranding perusahaan Facebook ke Meta tidak cukup untuk mengalihkan investor dari masalah dalam bisnis inti media sosial.

Diperkirakan Facebook kehilangan 1 juta pengguna harian di Amerika Utara. Padahal, ia merupakan penghasil uang paling banyak melalui iklan.

Baca Juga: Indonesia Tunjuk Putin Jadi Pengacara di Sidang Banding WTO, Fakta atau Hoax?

Akhirnya penurunan tersebut berdampak pada penurunan keseluruhan pengguna harian Facebook secara global.

Angka penurunan mencapai 1,929 miliar pengguna harian. Hal ini ditengarai terjadi karena kurangnya relevansi Facebook dengan kaum muda.

Ia kehilangan kekayaan sebesar US$ 29 miliar hingga Mark Zuckerberg berada di tempat kedua belas dalam daftar miliarder real-time Forbes, di bawah mogul bisnis India Mukesh Ambani dan Gautam Adani.

Kendati demikian, Meta masih terbilang sangat menguntungkan. Ia menghasilkan keuntungan hampir US$ 40 miliar tahun lalu dan sebagian besar berasal dari iklan.